LANGIT7.ID, Makassar - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar mengeluarkan maklumat tentang paham keagamaan Hakikinya Hakiki yang menyebar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. MUI dan pemerintah setempat telah melakukan dialog dan menghasilkan pernyataan bersama dalam menyikapi paham tersebut.
MUI mengeluarkan pernyataan resmi setelah menyimak dengan penuh arif dan bijaksana terkait perkembangan Hakikinya Hakiki Makassar. Mengutip laman resmi MUI, ada tiga poin yang dihasilkan dari rapat tersebut, di antaranya:
1.Meminta kepada pihak yang terkait untuk menghentikan segala kegiatan keagamaan dan perdukunan yang terindikasi bertentangan dengan ajaran agama Islam.
Baca Juga: MUI Umumkan Adanya 2 Aliran Sesat di Sulawesi Selatan
2. Meminta kepada seluruh personil dari kelompok Hakikinya Hakiki untuk berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia Kota Makassar dalam rangka pembinaan keagamaan lebih lanjut.
3. Mengimbau kepada masyarakat untuk merujuk kepada ulama dan tokoh agama yang memiliki kapasitas keagamaan dari sanad keilmuan yang jelas.
Pernyataan sikap bersama tentang Hakikinya Hakiki ditandatangani oleh delapan perwakilan pemerintah dan MUI. Di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Kaban Kesbangpol Sulawesi Selatan, Kasubdit Sosbud Polda Sulawesi Selatan, Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan, Ketua FKUB Sulawesi Selatan, Kasi Bimas Islam Kemenag Makassar, Sekretaris Umum MUI Makassar, dan Ketua FKUB Makassar.
Sebelumnya, Aliran Hakikinya Hakiki di Makassar pertama kali terkuak melalui akun facebook Firdakull dengan rekaman video langsung. Aliran Hakikinya Hakiki memiliki beberapa syariat yang berbeda dengan agama Islam, namun mengaku sebagai orang Islam.
Baca Juga: 10 Kriteria Suatu Kelompok Dinyatakan Aliran Sesat
Pak Yoga disebut sebagai guru yang menyebarkan aliran baru itu di Kota Makassar. Dia memiliki beberapa murid di antaranya Pak Akbar. Pak Akbar juga mencari pengikut baru. Dialah yang merekrut Pak Gaffar.
Saat menyebarkan paham baru itu, Akbar dan Gaffar kerap terlibat perdebatan dengan warga setempat. Keduanya tetap kekeh mempertahankan aliran paham Hakikinya Hakiki.
Akbar, bahkan mengaku spontan berkata telah bertemu dengan Allah, Rasul, dan rukun iman 13. Dia mengatakan hal itu lantaran terdesak setelah mendapat ancaman akan dibunuh saat mengobati salah satu warga yang diduga terserang penyakit nonmedis.
“Saya terdesak karena ada yang mau borongi (keroyok) saya dan ada yang mau potong leher saya. Jadi saya panik, jadi sembarang saya bilang,” kata Akbar di Kantor MUI Makassar.
Baca Juga: Menag Minta Penanganan Aliran Sesat dengan Pendekatan Persuasif
Video itu pun viral di media soal. Akun Firdakull pun menandai akun Majelis Ulama Indonesia untuk mendapatkan klarifikasi terhadap ajaran yang diajarkan Akbar tersebut. Jajaran MUI sudah melakukan dialog dan menghasilkan pernyataan bersama berisi tiga poin di atas.
(jqf)