LANGIT7.ID, Makassar - Sejumlah
aliran sesat bermunculan di Sulawesi Selatan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengumumkan dua aliran keagamaan yang dinyatakan sesat baru-baru ini.
Kedua aliran sesat tersebut yakni Aliran Hakikinya Hakiki dan Nur Mutiara Makrifatullah. Aliran Hakikinya Hakiki muncul di Makassar, sementara Nur Mutiara Makrifatullah disebarkan di Kabupaten Gowa.
Dilansir laman resmi MUI Sulsel, aliran Hakikinya Hakiki dinyatakan sesat karena menyalahi prinsip dan pokok-pokok ajaran Islam. Aliran baru ini memiliki beberapa syariat yang berbeda dengan agama Islam, namun mengaku sebagai orang Islam.
Baca juga: Mengunjungi Museum Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar Salah seorang jamaahnya bahkan mengaku pernah bertemu dengan Allah dan menyatakan bahwa Allah sebenarnya sama dengan manusia. Menurut Akbar, salah satu pengikut Hakikinya Hakiki, mengatakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Allah.
“Saya pernah bertemu langsung dengan Allah dan sebenarnya Allah itu adalah manusia juga,” katanya dikutip MUI Sulsel.
Selain dari perkataan di atas, Akbar pun berpendapat bahwa rukun Islam itu sebenarnya ada 13. Parahnya, ia juga mengaku sudah menunaikan haji berkali-kali tanpa ke Mekkah.
MUI Makassar telah merilis maklumat Nomor: Maklumat-01/MUI.MKS/XII/2022 tentang Ajaran Hakikinya Hakiki tentang kesesatan aliran tersebut. Sekretaris Umum MUI Sulsel Dr KH Muammar Bakry Lc MA mengapresiasi langkah cepat MUI Makassar mengeluarkan maklumat menyikapi kesesatan yang ada pada kelompok tersebut.
“Maklumat ini sifatnya rekomendasi kepada yang berwenang untuk melakukan pembinaan hingga penindakan jika dibutuhkan. Selain itu, dengan maklumat ini diharapkan ada pencegahan yang maksimal agar warga tidak mudah terpengaruh dengan ajaran yang merusak Akidah Islam,” katanya.
Selain Hakikinya Hakiki, MUI juga menemukan
aliran sesat bernama Nur Mutiara Makrifatullah di Kabupaten Gowa. Penemuan ini berangkat dari pertanyaan seorang jamaah kepada
MUI di kanal Tanya Jawab MUI.
Dia bertanya tentang ajaran Bab Kesucian yang dipimpin oleh seorang pemuka agama di Gowa. Di antara ajarannya adalah mengharamkan makan daging ikan dan susu.
Baca juga: Makna Ayat Terakhir Surat Al Baqarah, Doa saat Hadapi Masalah Ajaran Bab Kesucian bahkan tidak mewajibkan salat lima waktu. Nama pimpinan Bab Kesucian adalah Wayan Hadi Kusumo.
“Berdasarkan informasi saudara, maka ada beberapa hal yang menyebabkan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang pusatnya di Gowa dapat dinyatakan sesat,” tulis MUI.
Selain itu, mengajarkan untuk tidak melaksanakan salat lima waktu. Ini sudah jelas bertentangan dengan syariat Islam yang termuat dalam Rukun Islam yakni Mengerjakan salat setelah bersyahadat.
“Menyalahi hal yang disepakati (ma’lum minaddin bidhorurah) adalah kekufuran, sudah jelas telah keluar dari Islam.”
(sof)