LANGIT7.ID, Surakarta -
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta mendukung pengembangan eko edu wisata di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo. Dukungan itu disampaikan Perhutani saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Eko Edu Wisata yang digelar Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPGLHK), BP2SDM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di wana wisata Lawu Park, Kabupaten Karanganyar.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Teknologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Kuncoro Diharjo mengapresiasi gelaran Bimtek ini. Menurutnya, melalui Bimtek akan menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga: Perhutani Serahkan Hewan Kurban pada Masyarakat Desa Hutan Wonogiri"Bimtek ini merupakan salah satu wujud implementasi kerjasama, baik antara UNS sebagai institusi pendidikan dan PPGLHK sebagai institusi pemerintahan. Tentunya ini dapat menghasilkan program yang dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat," kata Kuncoro selaku pengelola kawasan UPT KHDTK Diklathut Gunung Bromo, dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7.id, Selasa (12/7/2022).
Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat PGLHK Cicilia Sulastri. Dia berharap ada banyak peran aktif dari para peserta yang mengikuti Bimtek ini. "Diharapkan setelah mengikuti Bimtek ini peserta dapat berkomitmen untuk secara aktif dan berkelanjutan menerapkan kompetensi yang nantinya akan didapatkan," ujar Sulastri.
Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Misenun menyampaikan bahwa sebagian besar lokasi wisata KPH Surakarta berada di Bagian Kesatuan Pemangku Hutan /BKPH Lawu Utara dan Kawasan hutan di BKPH Lawu Utara merupakan hutan lindung. "Sehingga tidak ada kegiatan tebangan, Kawasan hutan yang ada dimanfaatkan untuk pengembangan wisata," ucap Misenun.
Baca Juga: Perhutani Salurkan 2 Mesin Jahit ke Penyandang DisabilitasKetua Tim Kerja sekaligus Penyuluh Lingkungan Hidup, Sigit Rustanto mengungkapkan dalam pengembangan eko edu wisata khususnya di KHDTK Gunung Bromo mengedepankan prinsip konservasi lingkungan. "Selain itu ada fungsi pendidikan, kesejahteraan dan budaya masyarakat lokal agar sejalan dengan fungsi KHDTK Gunung Bromo itu sendiri sebagai Hutan Diklat (Pendidikan dan Pelatihan)," tutur Sigit.
Sebagai informasi, kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan potensi dan partisipasi masyarakat di bidang wirausaha kreatif lingkungan hidup dan kehutanan dalam pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam. Bimtek dilaksanakan selama 4 (empat) hari secara blended, dimana pembelajaran teori dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan
Learning Management System (LMS) KLHK dan kegiatan faktual dilakukan dengan observasi lapangan dan study inspirasi.
Baca Juga:
Perhutani Donasi Mesin Obras untuk Penyandang Disabilitas Surakarta
Perhutani Gandeng Kejari Sragen Gelar Diskusi Kelola Agroforestry(asf)