LANGIT7.ID, Jakarta - Zuriah Rasulullah atau para habaib ternyata tidak hanya berprofesi sebagai seorang pendakwah atau mubaligh. Banyak habaib yang masuk ke berbagai profesi, salah satunya militer.
Salah satu habib yang berkarir dunia militer adalah Mayor Ahmad bin Muhammad Assegaf. Dia merupakan anggota TNI Angkatan Darat. Pria kelahiran Jeddah, Arab Saudi itu memulai karir di dunia militer pada tahun 2005 setelah lulus SMA.
Saat itu, sang ayah pulang dari kantor membawa brosur pendaftaran Akademi Militer (Akmil). Sang ayah mengaku pernah punya keinginan mendaftar TNI, namun cita-cita itu gagal tercapai.
“Kebetulan keluarga kami tak ada yang militer. Sama sekali tidak ada. Cuma abah kebetulan pernah daftar TNI saat muda. Abah memang dari dulu sangat cinta TNI, ingin masuk,” kata Mayor Ahmad, dikutip kanal Arridwan Tuban Official, Sabtu (16/7/2022).
Baca Juga: Sejarah Zuriah Rasulullah Melebur Menjadi Pribumi Nusantara
Sang ayah lalu menyarankan Mayor Ahmad mendaftarkan diri ke Akmil. Dia pun memenuhi keinginan ayahnya. Setelah mendaftarkan diri, dia mengikuti serangkaian tes dimulai dari administrasi, jasmani, hingga psikologi.
Berkat doa dan dukungan sang Ayah yang selalu melatih fisik dan mentalnya menjelang sebelum seleksi, akhirnya Mayor Ahmad lolos seleksi masuk Akmil.
Saat pertama kali masuk ke Akmil, Mayor Ahmad mengaku sempat kaget. Dia tidak pernah tinggal jauh dari orang tua dan tidak ada gambaran tentang pendidikan militer. Namun, dia berhasil melalui semua sampai lulus dan Dilantik pada 2008.
Setelah dilantik, pada 2009, Mayor Ahmad ditempatkan di Makassar di Batalyon Infanteri Para Raider 431 dengan jabatan Letnan Dua, Komandan Kompi (Danki), Brigif Tiga, Brigade, hingga Pasipam.
Mayor Ahmad lalu mengikuti Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) pada 2018. Setelah itu, dia ditugaskan ke Malang untuk menjadi Kasi Intel (Kepala Seleksi Intelijen). Kini, dia menjabat sebagai Wakil Komandan Rayon Raider 503 di Mojokerto.
Wajah dan Darah Arab Tapi Jiwa Merah PutihMayor Ahmad memiliki ayah keturunan Arab dan Ibu warga negara Arab asli yang berasal dari Riyadh, Arab Saudi. Kendati demikian nasionalismenya sebagai warga negara Indonesia tidak bisa diragukan lagi.
"Wajah boleh arab tapi hati merah putih," kata Mayor Ahmad.
Saat kecil ketika pindah ke Indonesia dari Arab Saudi, Mayor Ahmad mengaku tidak bisa bahasa Indonesia sama sekali. Namun karena kecintaan dirinya dan orang tuanya dengan Indonesia, akhirnya Mayor Ahmad bisa menguasai bahasa Indonesia bahkan hingga menjadi anggota TNI.
Baca Juga: Asal Muasal Para Habaib Zuriah Rasulullah Sampai ke Indonesia
Selain dirinya, ternyata telah banyak zuriah Rasulullah para Habaib yang lebih dulu masuk di militer. Mayor Ahmad menyebut ada Brigjen TNI Muhammad Ali Al-Habsyi, Laksamana Muda Muhammad Richad Baagil hingga Habib Hadi Al-Jufri.
Kendati tidak menekuni profesi sebagai mubaligh, Mayor Ahmad mendukung penuh dakwah para habaib. Para Habaib di TNI berdakwah dengan berjuang menjaga umat dari sisi keamanan, dan para habaib di luar TNI berdakwah menjaga umat dengan pesan yang menyejukkan.
"Banyak Habib di militer dan polri, pesan kami kepada para pendakwah, berikan dakwah yang mahabbah, persatuan dan kesatuan, sehingga negara kita bisa bersatu, negara kita beragam, tidak boleh egois harus memikirkan toleransi antar umat beragama," pungkasnya.
(jqf)