Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran ulama dan habaib sebagai pilar utama menjaga persatuan bangsa dalam acara Maulid Nabi dan Haul Habib Ali bin Jafar Assegaf di Jakarta.
As-Sayyid Muhammad Ishom Al Hasani merupakan pendiri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah. Pesantren Al Kahfi sudah mewarnai khazanah keilmuan Islam di Indonesia sejak abad ke-14.
Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi merupakan salah satu ulama yang sangat disegani di Tanah Air. Haul penulis Kitab Maulid Simtudduror itu di Solo, Jawa Tengah selalu dipadati ribuan umat muslim.
Raden Saleh merupakan seniman di balik lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang menjadi kebanggan masyarakat Indonesia sampai saat ini. Dia hidup pada masa kolonial Belanda dan menjadi pionir seni lukis modern di Tanah Air.
Habib dan Syarifah sudah masyhur di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka mendapatkan posisi khusus sebagai keturunan Rasulullah SAW dari jalur Hasan dan Husein, putra Fatimah Az-Zahrah binti Muhammad. Lantas apakah mereka lebih mulia dari hamba Allah yang lain?
Zuriah atau keturunan Rasulullah SAW dari berbagai kalangan di Tanah Air bersama-sama menyerukan persatuan Indonesia. Seruan itu mewakili Rabithah Alawiyah.
Ketua Dewan Syuro Rabithah Alawiyah, Habib Zein Bin Umar Bin Smith, meninggal dunia pada Rabu (10/8/2022). Mantan Mustasyar PBNU itu merupakan salah satu ulama kharismatik Tanah Air.
Zuriah Rasulullah atau para habaib ternyata tidak hanya berprofesi sebagai seorang pendakwah atau mubaligh. Banyak habaib yang masuk ke berbagai profesi, salah satunya militer. Salah satunya adalah Mayor Ahmad bin Muhammad Assegaf yang merupakan anggota TNI AD.
Di masa Rasulullah, suku paling terpandang di Makkah adalah suku Quraisy yang merupakan suku dari Nabi Muhammad sendiri. Lalu apakah mereka masih eksis hingga sekarang?
Habib Luthfi menjadi tokoh muslim berpengaruh karena banyak memperoleh ilmu syariah, thariqah, tasawuf dari para ulama besar. Tak ayal bila dia didapuk jadi pemimpin spiritual thariqah Baalawi di Indonesia.
Siapa sangka, shalawat yang populer dilantunkan di banyak negara ini digubah oleh seorang ulama dari Indonesia. Ia digubah oleh KH Ali Mansur dari Banyuwangi dan dipopulerkan Habib Ali Kwitang untuk melawan PKI.