LANGIT7.ID, Semarang - Kota Lama sebagai ikon Kota
Semarang dapat menjadi percontohan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, Kota Lama Semarang dapat menjadi lesson learned bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di destinasi lainnya.
Menurut Sandiaga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) melalui program Kelana Nusantara.
"Dalam program tersebut, pelaku parekraf dapat menyampaikan aspirasi dan kendala yang dihadapi dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Melalui Kelana Nusantara, pelaku parekraf juga dapat membangun jejaring yang lebih kuat antara sesama parekraf dan pemerintahan," katanya dikutip Senin (18/7/2022).
Baca juga: Sandiaga Dorong Kreator di Kota Semarang Kembangkan Potensi Fesyen dan FilmSandiaga menyampaikan, melalui kegiatan Kelana Nusantara, pemerintah diharapkan dapat menciptakan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu melalui adaptasi, inovasi, dan kolaborasi.
Hal tersebut dilakukannya untuk mendukung terciptanya peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
"Sebelumnya, Kelana Nusantara telah diselenggarakan di beberapa kota, yaitu Aceh, Surakarta, Yogyakarta, Mataram, Sragen, dan Jakarta, dengan menghadirkan peserta dari para pelaku ekonomi kreatif di berbagai subsektor ekraf," terangnya.
Dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Kota Semarang, Menparekraf optimistis target tahun 2022 untuk menghadirkan 1,1 juta lapangan kerja dan 4,4 juta di tahun 2024 dapat terwujud.
“Saya sangat optimistis bahwa target 1,1 juta lapangan pekerjaan dapat kita capai di tahun ini, mudah-mudahan bisa terwujud dengan kolaborasi kita bersama Kadispar, asosiasi, dan pemangku kepentingan yang ada di sektor parekraf,” kata Sandiaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang R. Wing Wiyarso Poespojoedho menyampaikan, Kota Lama Semarang saat ini memang menjadi fokus pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang.
"Tidak dapat dipungkiri bahwa Kota Lama telah menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan internasional. Ke depannya, pengembangan sektor parekraf di Kota Semarang akan mencakup area Kampung Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab," katanya dikutip Senin (18/7/2022).
Baca juga: Desa Wisata Taman Long Baloq, Kombinasi Keindahan Wisata Religi dan BahariDia menjelaskan, dulunya Semarang adalah kota bandara, termasuk dalam jalur rempah. Sehingga pihaknya akan gali potensi seni dan budaya, untuk memajukan Kota Semarang dan Indonesia pada umumnya.
"Terima kasih atas kehadiran Bapak Menparekraf ke Kota Semarang. Tentunya akan menambah semangat kami dalam mengembangkan potensi yang kami miliki,” kata Wing Wiyarso.
(sof)