LANGIT7.ID, Jakarta - Konsumen milenial banyak terlibat dalam skema perdagangan digital. Hal itu tak lepas dari bidikan bisnis wirausahawan muda, Wirda Mansur.
Menggunakan sistem
afiliate marketing, Wirda percaya diri membangun lapak digital bernama Mabunion.id. Platform jni merupakan lapak dagang digital komunitas Milenial Anti-Bokek (MAB) yang diinisiasi Wirda Mansur pada 2020.
Saat ini, Mabunion.id hanya memasarkan produk-produk milik Wirda, terutama buku dan fesyen. Kue-kue, seminar, dan info pendaftaran universitas juga ada di sana.
"Ada buku karya aku sendiri, kue kacang kering, T-Shirt MAB, dan juga kaca mata. Insya Allah ke depannya kita akan bekerja-sama dengan vendor besar lainnya," ucap Wirda.
Mengutip situsnya, MAB atau Millenial Anti Bokek menyatakan bahwa mereka adalah solusi untuk kaum milenial, khususnya atau semua kalangan yang bingung untuk mencari pendapatan utama atau tambahan. MAB menyatakan telah memiliki 90 ribu anggota yang disebut sebagai Mabers.
Merekalah yang memasarkan produk Wirda untuk mendapat komisi. Wirda menyebut skema afiliasi ini merupakan skema bisnis gaya baru.
"Ini merupakan reseller gaya baru, dropship gaya baru dan distributor gaya baru yang membuat kemudahan bagi pebisnis untuk bisa berjualan tanpa modal yang banyak dan besar," ucapnya.
Guna menarik mitra, MAB mengklaim potensi pendapatan dapat mencapai 8 digit tanpa perlu keluar modal sedikit pun. Bekerja tanpa ngantor, cukup memanfaatkan ponsel.
Sama seperti ayahnya, bisnis Wirda dijalankan dengan pendekatan spiritual. Yusuf Mansur membahasakannya "Berbisnis dengan Allah.".
Hasil Riset Katadata Insight Center dan Kredivo menyatakan, konsumen Generasi Z dan Milenial mendominasi 85 persen total teransaksi e-commerce pasar 2019.
Berdasarkan riset yang rilis pada awal Agustus 2020 itu, produk fesyen masih menjadi kategori barang terpopuler dengan komposisi 30 persen dari total transaksi pada 2019.
"Kami juga mendidik mereka menjadi wirausahawan yang tangguh, dan yang pastinya inget sama akhirat," katanya.
(zul)