LANGIT7.ID, Jakarta - Desainer
Arab Saudi memiliki cara mendukung keberlanjutan
fesyen. Industri tersebut tetap harus maju, namun peduli terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Perancang busana Saudi, Yousef Akbar mengatakan, keberlanjutan adalah filosofi inti dari
dunia fesyen. Demi mendukung hal itu, dia selalu berupaya mengurangi emisi dalam produksinya.
"Selain menggunakan bahan berkelanjutan, kami juga melakukan pembuatan pola secara digital untuk mengurangi sampah," kata dia dilansir
ArabNews, Ahad (24/7/2022).
Bahkan, dia juga menggunakan bahan daur ulang bersertifikat
Global Recycled Standard. Di sisi lain, dia juga tengah mempersiapkan pakaian digital yang akan diperkenalkan kepada klien melalui zoom dan Instagram.
Baca Juga: Akankah Citayam Fashion Week Jadi Tren Fesyen Baru?Sementara itu, Asisten Manajer Tima Abid, Sultana Bukhari mengatakan, pihaknya juga berupaya untuk menekan emisi demi mendukung industri fesyen berkelanjutan.
Untuk itu, dia selalu menjalin kerja sama dengan pemasok lokal. Hal itu dilakukan demi mengurangi emisi yang bisa dihasilkan dari industri fesyen.
"Fesyen adalah salah satu dari banyak industri yang berdampak negatif terhadap lingkungan," katanya.
Lebih lanjut, Wakil Presiden Asosiasi Fesyen Profesional Saudi, Rana Zumai menambahkan, pihaknya mendukung desainer kecil yang menjadikan konsep keberlanjutan sebagai bagian dari nilai bisnisnya.
“Misi besar kami tidak hanya memberdayakan sektor fesyen, tapi juga masyarakat,” tambahnya.
Sebagai informasi, dukungan brand Saudi terhadap industri fesyen berkelanjutan ini sebagai bentuk kontribusi nyata demi mewujudkan insiatif mewujudkan 100 Saudi Brands.
Sekaligus menjadi momen peluncuran Saudi Professional Fashion Association (SPFA) atau Asosiasi Fesyen Profesional Saudi.
Tujuannya untuk mendukung mendukung pengembangan bisnis 100 desainer dan brand fesyen ternama di Saudi. Harapannya, brand fesyen berkelanjutan ini dapat bersaing, baik secara regional maupun yang tingkat internasional.
(bal)