Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Belajar Bisnis Ala de Classe, Kafe Bahan Lokal Rasa Eropa Ramai Peminat

mahmuda attar hussein Senin, 09 Agustus 2021 - 12:00 WIB
Belajar Bisnis Ala de Classe, Kafe Bahan Lokal Rasa Eropa Ramai Peminat
Salah satu menu kuliner bahan lokal rasa Eropa. Foto: Instagram: @declasseid
LANGIT7.ID, Blitar - Sajian menu ala Eropah, memilliki daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner. Tidak hanya makanan dan minuman, dekorasi kafe ala Barat ini menjadi tren dikalangan para pecinta kuliner sejak lama, khususnya kaum milenial.

Tema inilah yang dianut oleh Kafe de Classe Gelato and Coffe, di Blitar. Memberikan sajian menu makan dan minum ala Itali membuatnya ramai akan pengunjung.

Kompor berupa tungku berbahan kayu bakar menambah kehangatan yang dihadirkan di kafe ini. Apalagi ditambah dengan, sajian gelato yang merupakan es krim khas Italia. Menariknya, bahan baku dari gelato yang menjadi andalan di menu es krim de Classe ini ternyata tidak menggunakan bahan impor, melainkan bahan lokal dari susu sapi segar.

“Kebanyakan orang biasanya kalau makanan western semua bahan baku mentah diimpor dari luar, maka kita coba buat terobosan. Indonesia ini kaya, kita coba menghadirkan menu dengan style western tapi raw material dari lokal, itu yang membuat banyak orang terkejut semua, karena terobosan kami cukup membuat heran,” ujar Agus pemilik de Classe, dikanal Youtube PecahTelur.

Ke-otetikan konsep mulai dari dekorasi cafe, proses penyajian, dan menu yang dihadirkan de Classe, menjadikannya mampu menarik minat pengunjung. Dengan cat bagian luar didominasi warna hitam, dan seketika masuk, de Classe menghadirkan tampilan mini bar dengan peralatan olahan kopi kekinian ditambah penerangan lampu berwarna kuning yang kian menghadirkan kehangatan di dalamnya.

Terlebih, terobosan yang dilakukan dengan menghadirkan produk coffee, ice cream dan gelato premium dengan bahan susu sapi lokal membuat perkawinan antara bahan lokal dan sajian kebaratan memiliki daya tarik khas tersendiri.

Anak keduanya yang juga turut membantunya di de Classe, Dana menyebutkan, dalam perkembangan produk, mereka memperkaya referensi dengan banyak belajar dan membandingkan dengan produk yang sudah ada. Baginya, memperkaya referensi merupakan hal penting dalam perkembangan sebuah bisnis.

“Kita perlu memperkaya referensi yang membuat level kita bisa naik. Ketika buka usaha mengalami keterbatasan referensi maka perkembangannya akan sulit. Bahkan dalam produk, kita tidak pernah memakai perasa dan pewarna sintetis, jadi memang bahan alami yang kita gunakan di sini,” ujarnya.

Sejak didirikan pada 2016 silam, de Classe mampu menjadi pelopor kafe yang memberikan sajian ala kebaratan dengan penggunaan bahan baku lokal. Saat ini, de Classe telah memperkerjakan sebanyak 45 orang dan mampu menghabiskan bahan baku kopi satu ton dalam sebulan.

Berangkat dari sulitnya menemukan sebuah tempat yang menarik dengan sajian menu yang enak, Agus mulai berpikir untuk menghadirkannya melalui ide yang ada. Sebab, menurutnya hingga saat ini pelanggan tidak bisa menemukan dua hal tersebut dalam satu wadah.

“Sulit menemukan makanan enak beserta tempatnya yang juga nyaman. Seringkali menunya enak, tapi tempatnya biasa saja. Terkadang tempatnya bagus, tapi makanannya biasa saja. de Classe kami buat menghadirkan dua unsur tersebut, menu enak dan tempatnya juga nyaman. Kami berusaha mematahkan mitos kedua hal tersebut, karena mungkin sampai hari ini 90 persen cafe masih seperti itu juga,” ujarnya.

Menu andalan es krim gelato ini dipilih dengan maksud menghadirkan sebuah inovasi baru dalam dunia es krim. Agus mengatakan, kebanyakan es krim yang beredar di pasaran saat ini adalah es krim kelas dua yang kadar okigennya di atas 100 persen.

Sehingga ia berupaya berinovasi dengan menggunakan bahan susu sapi lokal yang dioleh sedemikian rupa hingga menghadirkan gelato yang dalam setiap porsi satu gelasnya dapat menghadirkan rasa yang cukup mengenyangkan.

“Omong kosong produk enak ketika bahan itu murah. Yang kita cari bukan produk mahal tapi produk bagus. Enak itu juga bukan sesuatu yang absolute, kearifan lokal, budaya masing-masing orang itu menjadi faktor yang mempengaruhi, maka kita perlu mengikuti terus trennya seperti apa,” ujarnya.

Dalam perkembangan kualitas menu di de Classe ini mereka meminta respon langsung terhadap pelanggan mengenai soal kualitas rasa dari menu yang dihadirkan. Dari situlah de Classe juga menghadirkan kedekatan dengan pelanggan, bahkan menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas menu yang ada.

Bagi Agus, dengan menjadi yang pertama dan pelopor dalam sebuah bisnis akan memudahkannya untuk berkembang. Sehingga ia menghadirkan produk gelato di Blitar yang bahkan hingga kini belum banyak kompetitornya.

“Awalnya produk gelato kita jual murah, dan respon pelanggan karena belum tahu cara menikmati gelato mereka membiarkannya lebih dari 10 menit. Padahal golden time gelato itu enak ada pada 5-10 menit awal, maka harus segera dihabiskan. Sehingga kita naikkan harganya sebanyak tiga kali, supaya mereka lebih aware ke produk ini,” jelasnya.

Agus menuturkan, dalam sebuah bisnis perlu adanya sebuah proses untuk meraih cita-cita. Agus mengisahkan dulu ketika kecil hidup dengan cukup mengalami penderitaan dan memiliki keterbatasan dalam ekonomi.

Kini, ia berupaya terus mendidik anaknya, Dana, untuk tetap bisa menghargai sebuah proses dalam hidup. Termasuk segala goncangan yang ada dalam kehidupan, khususnya berbisnis.

“Dalam doa pun saya lebih banyak berterima kasih kepada Tuhan daripada meminta, karena apa pun yang diberikan bagi saya itu luar biasa. Saya selalu didik anak saya untuk hidup sederhana dan berkecukupan. Sejak dia kuliah pun saya bisa belikan mobil berserta supir dan rumah. Tapi tidak saya lakukan, karena dia harus memiliki rasa untuk menghargai jerih payahnya sendiri,” ujarnya.

Baginya, menjadi pengusaha bukan sekadar penampilan. Tapi bisa bermanfaat dan mengelola keuangan dengan baik itu adalah cara untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis.

“Jadi sebenarnya pantang kita untuk mencontoh orang lain. Orang lain cukup menjadi inspirasi, tapi bukan berarti kita harus meniru. Jadi diri sendiri itu lebih penting, karena Tuhan sudah memberikan karunia masing-masing orang berbeda,” imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)