LANGIT7.ID - , Jakarta - Kendala
modal menjadi masalah utama saat akan merintis sebuah bisnis. Salah satu cara agar bisnis tetap berjalan adalah dengan mencari
investor atau penyedia dana.
Head of Strategic Investment Telkomsel, Nazier Ariffin mengatakan dalam kacamata pemodal ketika memutuskan untuk memberikan dana ke sebuah perusahaan salah satu yang diperhatikan adalah founder atau pembangun usaha.
Baca juga: Hukum Pemanfaatan Uang Zakat untuk Investasi, Ini Kata UlamaMenurut dia, founder yang memiliki banyak pengalaman merupakan orang yang paling diperhatikan.
"Founder itu tergantung banyaknya pengalamannya. Selama ini founder yang jadi target karena mereka yang memilih tim yang masing-masing bisa sumbang pengalaman, potensi dan jaringannya. Itu yang paling diperhatikan karena kita pikir banyak
pengusaha yang pengalamannya sedikit," ujar Nazier dalam acara bertajuk #SaatnyaMaju di Street Gallery PIM, Jakarta Selatan, Jumat (29/7/2022).
Dia melanjutkan, ke depannya integritas founder menjadi satu hal yang sangat penting untuk dimiliki.
"Jadi kalau misal ada satu orang yang punya kasus, misalnya ditipu, itu sudah cepat sekali menyebar ke lingkungan investor. Jadi integritas dari awal oleh para founder itu juga yang paling penting diperhatikan," ungkapnya.
Baca juga: Istri Diduga Selingkuh dengan Elon Musk, Sergey Brin Tarik Investasi dari TeslaSelanjutnya, investor akan membandingkan potensi atau
skill antar founder dalam lingkup industri yang sama. Penanam modal akan melihat kecepatan dan
kinerja perusahaan.
"Jadi memang ada momentum di mana kita juga bisa tahu kualitas dari founder itu sendiri. Sisanya kita mengetahui dia orangnya melakukan pengembangan dirinya seperti apa, apakah
open minded dan lainnya," lanjut Nazier.
Nazier menambahkan, open mind di sini berkaitkan dengan pendidikan dan latar belakang founder tersebut. Karena itu, Nazie melihat saat ini banyak pembangun bisnis yang berasal dari
sekolah bergengsi.
Penilaian tersebut dilakukan, tambah Nazier, karena tidak ada tes yang tepat untuk melihat masalah integritas dan performa seseorang.
Meskipun begitu, Nazier menekankan tak perlu minder bagi founder bisnis yang bukan berasal dari sekolah bergengsi. Bagi Nazier, kelompok ini masih tetap memiliki potensi dalam bersaing menarik perhatian investor.
Baca juga: Pemula Wajib Tahu, Ini 4 Langkah Awal Memulai Investasi"Nggak perlu khawatir, karena banyak juga orang-orang yang bisa mengatasi atau bisa menjadi pengusaha sukses tanpa background pendidikan," pungkasnya.
(est)