LANGIT7.ID, Jakarta - DPRD DKI Jakarta akan menggelar rapat evaluasi secara marathon terkait robohnya pagar pembatas Jakarta International stadium (JIS). Komisi B DPRD DKI Jakarta bakal mempertimbangkan perlunya pembentukan panitia khusus (pansus).
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail menjelaskan, kasus robohnya robohnya ramp barier tribun penonton JIS perlu dilakukan pendalaman. Evaluasi akan dilakukan dari berbagai aspek, salah satunya mengenai perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan.
Rapat akan difokusikan untuk kemudian dipertimbangkan untuk memberi rekomendasi pembentukan Pansus. Dewan menyayangkan kasus robohnya pagar stadion yang dibangun dengan anggaran besar dan megah itu.
Baca juga: Pagar Pembatas Stadion JIS Roboh saat Grand Launching“Jadi memang kita akan melihat tata tertib terkait dengan pembentukan Pansus, apakah layak atau belum,” terangnya dikutip keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).
Robohnya pagar tribun JIS terjadi saat Gubernur DKI Jakarta, anies Baswedan menggelar Grand Launching JIS, Ahad (24/7/2022) silam. Peristwa itu terjadi sekitar pukul 17.40 WIB saat pertunjukan musik digelar di JIS.
“Kita punya satu harapan bahwa JIS ini bener benar bisa layak untuk menjadi heritage, menjadi legacy pemerintahan DKI saat ini,” ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Ichwanul Muslimin menyayangkan pristiwa yang terjadi di Stadion JIS. Ia mengatakan bangunan berkelas Internasional tersebut belum siap digunakan.
“Saya usulkan untuk melakukan rapat evaluasi lebih mendalam, apabila perlu lakukan pansus khusus JIS. Jadi enggak main main, anggaran besar, tapi dalam berapa bulan kok rusak,” pungkasnya.
Baca juga: Anies Baswedan Serahkan JIS kepada Jakmania dan Warga JakartaSementara itu, dalam rapat kerja yang sama Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto menjelaskan peristiwa robohnya pagar tribun terjadi saat JIS dihadiri 40 ribu suporter The Jak Mania. Puluhan ribu orang itu berkumpul dalam satu titik yang memang tidak diperkenankan.
“Itu hanya pagar saja terus diberikan horizontal (besi) tadi. Fungsinya supaya tidak ada penonton yang lompat ke dalam lapangan, karena jaraknya itu kan hanya lima meter sampai ke lapangan,” ungkapnya.
(sof)