LANGIT7.ID, Jakarta -
PT Pertamina Indonesia mendukung wacana global terkait transisi energi bersih. Perusahaan BUMN tersebut tertarik kembangkan energi baru dengan
panas bumi.
Vice President Business Planning and Portofolio PT Pertamina Indonesia, Fuadi Arif Nasution mengatakan, panas bumi bisa dikembangkan untuk menghasilkan
green hidrogen.
"Green hidrogen ini bisa dimanfaatkan untuk transportasi maupun power," kata dia dalam diskusi Mereguk
Peluang Bisnis Transisi Energi Bersih, Rabu (3/8/2022).
Di negara maju seperti Jepang, lanjut dia, sudah memiliki target bauran energi dari hidrogen. Untuk itu pihaknya terus mengembangkan aspek geotermal, hidrogen, energy storage, dan berbagai aspek lainnya.
Baca Juga: Maudy Ayunda Ajak Generasi Muda Dukung 3 Isu Transisi EnergiSecara agregat, adanya energi transisi juga selaras dengan strategi Pertamina. Di mana pada Agustus 2020 lalu, pihaknya telah membentuk 6 sub holding dan menjadikan Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai lead.
PT Pertamina Hulu Energi sendiri bergerak dalam bidang pengelolaan usaha sektor hulu minyak dan gas bumi, serta energi baik.
"Pilarnya yaitu emisi rendah, sehingga kita fokus ke pengembangan panas bumi, baik untuk kepentingan internal Pertamina maupun jual, serta future business," ujarnya.
Energi bersih diharapkan mampu mengurangi emisi global hingga 23-30 persen. Dengan kata lain juga mampu mengurangi antara 1,5-1,7 derajat terhadap kenaikan suhu.
Kendaraan listrik diharapkan bisa lebih bersih bukan hanya emisi tapi juga dari sisi pembangkitnya.
"Apalagi di Indonesia sendiri melalui kebijakan energi nasional (KEN), pemerintah menargetkan bauran energi atau energi baru terbarukan mencapai 31 persen pada 2050 mendatang," tambahnya.
(bal)