LANGIT7.ID - , Jakarta - Membeli barang-barang branded seperti mobil, tas,
jam tangan dan lainnya sangat lekat dengan kehidupan saat ini. Selain menaikkan gengsi, barang bermerek dipercaya dapat memberi rasa percaya diri bagi penggunanya.
Tak heran bila banyak orang yang rela merogoh kantong dalam-dalam untuk memenuhi impiannya tersebut. Namun, bagaimana membeli
barang mewah dalam Islam?
Baca juga: Jenis Supercar dan Moge yang Kena Pajak Barang Mewah 95 PersenPendiri
Rumah Tahfidz Tunarungu Darul A'shom di Condong Cantur,
Yogyakarta Ustadz Abdul Khafi mengatakan membeli barang-barang dengan harga fantastis tidak menjadi persoalan asalkan tidak
mubazir, artinya tetap dikenakan.
"Semua harta yang kita miliki di dunia ini kalau dipakai agama insyaAllah rejekinya akan ringan bahkan cenderung tidak dihisab. Contoh yang kita pakai misalnya tas mahal, sebatas itu tidak mubazir dan dipakai sama kita insyaAllah tidak apa-apa," ujar Ustadz Abdul Khafi kepada Langit7, beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut dia, niat merupakan hal yang sangat penting. Bila membeli barang mahal hanya untuk
pamer, maka itu tidak dibolehkan.
"Dan kembali kepada niat, biasanya orang cenderung membeli tas mahal itu niatnya karena ingin lebih ekonomis lebih kuat dipakai lebih cocok hati kita, ya tidak apa-apa," lanjut dia.
Baca juga: Fantastis! Harga 12 Merek Jam Tangan Ini Capai Milyaran Rupiah!Lebih lanjut, Ustadz Abdul Khafi mengatakan niat dan ikhlas merupakan hal yang patut diajarkan kepada anak sejak dini. Harapannya mereka dapat memandang segala sesuatu dengan niat baik dan penuh keikhlasan.
"Terkadang hati kita akan terganggu jika tidak biasa pakai tas mahal. Lalu mengenakannya dengan niat ingin dipandang orang. Ini yang susah. Karena itu niat dan
keikhlasan perlu dilatih agar selalu ikhlas dalam memandang sesuatu," lanjut Ustadz Abdul Khafi.
Sederhananya, diperbolehkan membeli barang mewah asal dilandasi niat baik dan tidak mudharat bagi orang lain.
"Jadi tidak apa-apa semahal apapun barang yang kita miliki terpenting itu niatnya dan tidak memudharatkan orang lain. Contoh kita hidup mewah dan kakek nenek kita hidup terbatas itu kan tidak bagus juga," pungkasnya.
Baca juga: Alexandria Islamic School, Sekolahnya 'Sultan' dengan Fasilitas Mewah(est)