LANGIT7.ID, Jakarta - Media sosial merupakan tempat bersosialisasi ketimbang wadah sebagai transaksi jual-beli. Saluran penjualan online di Indonesia sendiri lebih kepada
website, chat commerce, dan
marketplace.
Manajer Operasi Bisnis Sirclo, Trias Hayati mengatakan, sosial media adalah tempat sosialisasi bisnis antara penjual dan konsumen. Di mana fungsi sosial media merupakan sebuah tempat untuk mengarahkan ke
channel penjualan yang dijalankan, entah
marketplace, chat commerce, atau pun
website.
Nah, pelaku UMKM harus memiliki kesadaran itu agar memiliki basis yang kuat dalam penjualan online di
channel yang ada. Pelaku usaha perlu memperhatikan beberapa hal fundamental yang perlu dipahami dalam
channel penjualan, terutama bagi yang baru memulai membuka toko online.
KontenKonten yang dihadirkan dalam penjualan di channel yang disediakan didominasi dengan visual gambar dan tulisan. Sehingga perlu adanya dukungan dengan melakukan riset
viewer dan
trending topic pada media sosial.
“Karena dari hal viral kita menyesuaikan bisnis kita agar jadi lebih relevan. Jadi riset ini menjadi bagian yang menentukan konten visual dan tulisan untuk turut membantu memberikan pengalaman yang sama kepada konsumen, karena secara panca indra yang terbatas, kita tidak bisa menstimulasi indra penciuman dan pengecap. Jadi gambaran dari tulisan, video, dan gambar yang dihadirkan itu sangat penting,” ujarnya dalam Webinar UMKM Jualan Online, Senin (9/8).
Selain itu, riset juga termasuk kepada riset
keyword yang bisa dilakukan di kolom trending media sosial dan beberapa situs untuk terkait, seperti
google trends. Hal ini dimaksudnya untuk menghadirkan sebuah konten yang tetap aktual menyesuaikan dengan perkembangan.
Alokasi TimWalaupun dikerjakan antara 1-2 orang, tapi tetap perlu adanya pembagian tugas agar tanggung jawab dan progres bisa dimonitor dengan baik. Berapa pun jumlah orang yang ada pada tim, melakukan alokasi demi sebagai acuan dan panduan menjadi faktor penting sebuah usaha bisa berjalan dengan baik.
TrafikHal ini berkaitan erat dengan periklanan dan promosi yang dilakukan. Setidak ada dua jenis trafik yang bisa dilakukan, yakni organik dan beriklan.
“Organik dengan kata lain memanfaatkan fitur yang tersedia secara gratis tanpa keluar budget, melalui status WhatsApp atau
story Instagram. Kedua adalah pasang iklan berbayar, ini berlaku untuk iklan di
marketplace, website, atau
pun chat commerce,” ujarnya.
KolaborasiBicara soal bisnis yang banyak dan beragam maka perlu strategi yang tepat untuk dapat bisa terus berkembang tanpa terkikis oleh irisan kompetisi bisnis. Dibandingkan dengan berkompetisi, sebenarnya potensi besar terdapat ketika melakukan kolaborasi.
“Kolaborasi ini bisa dilakukan dalam banyak hal, seperti promosi dalam sinergi atau membuat sebuah inovasi produk baru secara besama,” imbuhnya.
Trias menuturkan, untuk bisa mendukung UMKM go digital maka perlu adanya SDM yang juga turut mendukung pertumbuhan ini. Sehingga diperlukan adanya dukungan dengan dari pemerintah dan stakeholder terkait untuk memberikan literasi dan edukasi.
(zul)