LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar kesehatan mengimbau kaum pria bisa mengenakan
tabir surya. Sebab penyakit
kanker kulit atau melanoma saat ini disebut lebih banyak menyerang pria.
Data Centers for Disease Control and Prevention baru-baru ini menyebutkan, orang kulit putih mengalami tingkat melanoma jauh lebih tinggi. Selain itu, laki-laki dua kali lebih banyak
meninggal akibat penyakit tersebut.
Dokter kulit sekaligus pemilik Gramercy Laser and Medical Dermatology di New York, Lian Mack menyebutkan, pria memiliki tingkat kesadaran lebih rendah dalam kepedulian terhadap kulit.
"Kanker kulit lebih sering terjadi pada orang dengan kulit putih. Namun, orang dengan kulit lebih gelap yang didiagnosis kanker kulit sering memiliki prognosis lebih buruk, karena terdeteksi telah masuk pada tahap lanjutan," ujarnya seperti dilansir Huffpost, Ahad (7/8/2022).
Baca Juga: Bahaya Sinar UV, PBB Rilis Aplikasi Cegah Kanker KulitAda beberapa hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan kanker kulit pada pria. Di antaranya seperti mengenakan tabir surya, melakukan pengecekan ke dokter, dan menerapkan gaya hidup sehat.
Melanoma sering ditandai dengan munculnya tahi lalat baru. Termasuk perubahan tidak normal pada tahi lalat lama.
“Pada pria, sebagian besar melanoma terjadi di area yang tidak dapat mereka pantau, seperti bahu atau punggung,” jelas Mack.
Dia mengimbau, agar pria dapat mengenakan tabir surya secara rutin. Sebab, tabir surya terbukti mampu mengurangi risiko melanoma dan jenis kanker kulit lainnya.
"Penggunaan tabir surya mampu mencegah kanker kulit dan penuaan dini. Masalahnya, kebanyakan pria tidak percaya bahwa mereka membutuhkan tabir surya, termasuk di cuaca dingin atau mendung,” katanya.
(bal)