Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home global news detail berita

PERSIS: Perpecahan Umat Islam di Indonesia Merupakan Warisan Penjajah

Muhajirin Kamis, 11 Agustus 2022 - 19:00 WIB
PERSIS: Perpecahan Umat Islam di Indonesia Merupakan Warisan Penjajah
Wakil Ketua Umum PP PERSIS, Dr. KH Jeje Zaenuddin (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Jakarta - Persatuan umat Islam di Indonesia menjadi cita-cita banyak pihak. Namun hingga kini hal itu sulit terwujud akibat perpecahan. Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (PERSIS) , Dr KH Jeje Zaenuddin, menyebut perpecahan umat Islam di Indonesia terus terjadi akibat warisan dari penjajah Belanda.

Menurut Ustadz Jeje, adanya premis warisan kolonial yang mengkotak-kotakkan umat adalah pembagian kelompok Islam dari kalangan santri dan abangan serta kaum islamis dan nasionalis.

“Jadi, warisan premis-premis fragmentasi masyarakat Islam itu dari masa Belanda, yang bertahan sampai orde lama dan orde baru itu belum hilang, karena generasinya juga belum hilang,” Ustadz Jeje saat berbincang di LANGIT7.ID di Kantor PERSIS, Jakarta Timur, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Dakwah Islam Harus Ikuti Tren, Umat Juga Harus Punya Buzzer

Meski begitu, premis itu sudah mulai mengecil. Mungkin, kata dia, premis itu akan hilang jika generasi lama sudah digantikan oleh generasi baru yang memiliki pemahaman Islam yang mengarah pada persatuan.

“Kita mungkin butuh generasi baru, yang bener-benar baru yang sudah lepas dari premis dikotomi fragmentasi pemecahan atau pengkotak-kotakan masyarakat Islam di Indonesia,” tutur Ustadz Jeje.

Pengelompokan antara kaum Islamis dan nasionalis maupun islam kalangan santri dan abangan mesti dihapus. Setelah itu, umat Islam harus mulai membangun narasi persatuan yang mengintegrasikan antara keagamaan dan kebangsaan. Itu sesuai dengan amanat para pendiri bangsa.

“Kita harus melepaskan itu semua. Kita saatnya kembali memikirkan integrasi keislaman dan kebangsaan secara utuh,” ucap Ustadz Jeje.

Baca Juga: Sambut Usia 1 Abad, PERSIS Usung Pembaharuan di Muktamar September Mendatang

Dalam berislam, keutuhan itu bisa dibangun dengan kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sementara, dalam bernegara atau berbangsa, keutuhan bisa dibangun dengan kembali kepada konstitusi yakni UUD 45 dan Pancasila.

“Kan kita sudah sepakat tidak boleh ada pertentangan. Kehidupan berbangsa kita akan disinari, dinaungi oleh Pancasila. Kita, sepakat 5 rumusan dasar bernegara diambil dari nilai-nilai agama, khususnya Islam,” pungkas Ustadz Jeje.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)