LANGIT7.ID, Jakarta -
Dakwah Islam harus lebih kekinian mengikuti tren. Perlu transformasi dalam syiar agama, sehingga bisa semakin diterima generasi milenial di zaman sekarang.
Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat
Persatuan Islam (PERSIS), Ustadz Jeje Zaenudin menilai,
gerakan dakwah harus lebih modern. Salah satunya penggunaan media sosial.
"Dakwah bukan lagi dari masjid ke masjid atau podium ke podium. Tapi bisa dengan
wadah medsos. Transformasi inilah yang perlu dilakukan," kata Ustadz Jeje kepada Langit7, Kamis (11/8/2022).
Baca Juga: Perseteruan Pesulap Merah dan Samsudin, Antara Dakwah dan SyirikMenurut dia, umat Islam pun perlu memiliki buzzer, tapi bergerak secara Islami. Sekelompok orang ini tetap harus mengikuti pedoman dan aturan agama.
"Jadi buzzer tetap tidak boleh membully, menyebarkan hoaks, fitnah atau melontarkan hate speach. Tetap sesuai kaidah syariah," ujar dia.
Jadi bila ada pihak yang menyerang Islam atau menyudutkan agama Allah, para buzzer lah yang bermain di balik layar, melakukan counter terhadap isu miring yang diciptakan.
"Ketika itu pernah ada penyair dari kaum Kafir datang ke Madinah. Dia membuat syair yang menghina Rasulullah dan Islam. Tapi dibalas kembali oleh Nabi SAW lewat syair," ujarnya.
Pada saat itu, Nabi SAW meminta Hasan bin Tsabit untuk menjawab syair dari penyair kafir tersebut. Ini menandakan bahwa tanggapan yang diberikan umat Islam pun harus seimbang.
"Nabi tidak mengangkat senjata atau memeranginya. Tapi meminta Sahabat Hasan bin Tsabit untuk membalas syair tersebut," ujarnya.
(bal)