LANGIT7.ID, Jakarta - Ormas Persatuan Islam (
PERSIS) akan menggelar Muktamar ke-16 di Bandung, Jawa Barat pada 23-25 September 2022 mendatang. Penetapan itu berdasarkan hasil Musyawarah Pimpinan Lengkap (Muspimleng) yang dituangkan dalam SK No.2086/JJ-C.1/PP/2021 perihal perubahan waktu Muktamar XVI PERSIS.
Wakil Ketua Umum PP
PERSIS, Dr. KH Jeje Zaenuddin, menjelaskan, motto besar Muktamar PERSIS kali ini adalah transformasi gerakan dakwah Persatuan Islam dalam mewujudkan Islam rahmatan lil-alamin dalam konteks NKRI.
Jeje menyebut motto transformasi itu bertepatan dengan satu abad dakwah
PERSIS. Berdasarkan kalender hijriyah, PERSIS sudah memasuki 102 tahun dan 99 tahun dalam kalender masehi.
Baca Juga: Persis Putuskan Muktamar Digelar September 2022
Selain itu, motto itu juga berdasarkan hadits yang tentang tokoh pembaharu yang lahir setiap 100 tahun. Pembaharu itu akan lahir di setiap penghujung 100 tahun itu akan memperbaharui pemikiran, gerakan, dan pengamalan Islam.
“Ini landasan teologis,” kata Jeje di Jakarta, Kamis (11/8/2022).
Dia menjelaskan, pada awal kebangkitan dakwah di Indonesia, lahir mujaddid-mujaddid yang menginspirasi gerakan dakwah islam di Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan A Hassan.
“Itu menggambarkan mujaddid di abad ke-20. Sekarang masuk ke abad ke-21. Kita berharap mudah-mudahan, di 100 tahun,” kata Jeje.
Kemudian, secara historis dan sosiologis, tema transformasi Muktamar PERSIS itu berdasarkan apa yang tengah dihadapi umat Islam saat ini. Ke depan, umat Islam membutuhkan transformasi dari pemikiran normatif kepada pemikiran aplikatif.
“Sehingga, kalau dulu adalah gagasan pembaharuan, pemurnian, bersifat teoritis, sekarang di implementasi. Dari pemurnian, dari gagasan pembaharuan. Apa wujud nyata dari gagasan pembaharuan bagi kemaslahatan bangsa, umat Islam Indonesia?” Kata Jejen.
Maka itu, PERSIS akan memperkuat gerakan dakwah bersama ormas-ormasi. Gerakan itu untuk mewujudkan cita-cita keislaman
hasanah fiddunya wa fil-akhirah dan cita-cita kebangsaan Indonesia yakni adil, makmur, mandiri, dan sejahtera.
“Itu kan sejalan antara cita-cita keislaman dan cita cita kebangsaan ini. Maka kita harapkan, tidak ada lagi dikotomi antara cita-cita berbangsa dan bernegara dan beragama,” ucap Jeje.
Baca Juga: Kiai Aceng Zakaria: Kader Persis Harus Miliki Spesifikasi Ilmu
Kerjasama antar ormas Islam untuk menguatkan gerakan dakwah itu sangat penting. Sebab, kata dia, kegagalan menjaga keharmonisan antara cinta kebangsaan dan keagamaan, maka itu akan menjadi pintu masuk disintegrasi dan perpecahan dalam kehidupan Beragama.
“Itu saya kira filosof tema Muktamar. Pesertanya dari 23 provinsi, diwakili pimpinan cabang. Ada juga nanti, perwakilan, cabang istimewa Persis dari Mesir, Malaysia, Sudan, pakistan,” pungkas Jeje.
(jqf)