LANGIT7.ID, Jakarta - Musim Seni Salihara berlangsung selama satu bulan yang dibuka dengan penampilan koreografer dan
seniman tari Josh Marcy melalui pertunjukan Performing Spiral.
Karya yang berlangsung selama 80 menit itu berbicara mengenai hasil riset yang dilakukan Josh Marcy sejak 2018 silam. Pertunjukan tersebut menjadi titik awal bagi Komunitas Salihara dalam menyuarakan semangat berkesenian luring pasca-pandemi.
Josh Marcy menjelaskan latar belakang akan kekaryaan termutakhirnya berawal dari ketertarikannya terhadap dialog antar tubuh dan ruang.
Baca juga: Musim Seni Salihara 2022, Wujud Komitmen Hidupkan Seni Pascapandemi"Saya kemudian mencatatkan beberapa material gerak yang signifikan mengenai bagaimana tubuh dan mekanismenya berdialog terhadap ruangnya, baik internal maupun eksternal. Salah satunya adalah gerak spiral," kata Josh dikutip Jum'at (12/8/2022).
Josh mengungkap, dirinya mempelajari dan mengalami bagaimana kemampuan tubuh melakukan gerak rotasi, dan menjadi salah satu hal penting membentuk proses rekognisi.
"Dalam hal ini, gerak spiral membuka akses sirkulasi pada tubuh terhadap ruang di sekelilingnya, serta kemungkinannya untuk berinteraksi dengan tubuh dan subjek lain”, lanjut Josh.
Sebagai sebuah karya seni Performing Spiral tidak hanya hadir sebagai sebuah objek pertunjukan saja melainkan dapat diinterpretasikan sebagai sebuah praktik terbuka dan refleksi tubuh yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Baca juga: Pameran Manifesto VIII Transposisi: Elaborasi Seni dengan Isu AktualJosh berharap, karya ini dapat mengundang keterlibatan penonton di dalam praktik ketubuhan spiral dan berinteraksi seturut dengan subjektivitasnya masing-masing. Baik secara intelektual, sensori, maupun respon kreatif lainnya.
Salah satu penonton Performing Spiral, Cahyo menjelaskan, dirinya turut merasakan energi di dalam pementasan tersebut dan menangkap bahwa dalam menyampaikan sesuatu bisa dilakukan dengan medium yang beragam.
“Acara tadi itu sangat membuat saya berpikir bahwa dalam gerak ada momen atau bahasa yang bisa disampaikan dengan cara-cara yang sangat beragam seolah gerak memiliki motivasi untuk menyampaikan maksud-maksud tertentu. Itu yang saya rasakan tadi.” ungkap Cahyo.
Sahabat Langit7 bisa menyaksikan karya-karya seniman lainnya secara langsung yang akan tampil setiap Sabtu dan Minggu mulai 6 Agustus hingga 04 September 2022.
(sof)