LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5
pahlawan wanita yang berjasa bagi
kemerdekaan Indonesia. Mereka turut hadir mengusir penjajah bersama pejuang-pejuang lainnya, sebagian besar pria.
Berikut daftar sosok pahlawan wanita Indonesia yang telah memberikan jasanya untuk bangsa, melansir dari Direktorat K2KRS Kementerian Sosial, Selasa (16/8/2022).
Baca Juga: Pahlawan Perempuan Indonesia, Ini Profil Raden Dewi Sartika1. Raden Ajeng KartiniRaden Ajeng Kartini merupakan pelopor kebangkitan perempuan Tanah Air. Kartini berjuang mengangkat derajat kaum wanita melalui pendidikan, agar mereka memperoleh hak dan kecakapan yang sama seperti pria.
Kartini dianggap sebagai pelopor emansipasi wanita. Dirinya mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara, Jawa Tengah. Sebab menurutnya, Tuhan menciptakan semua makhluk sama dan tak boleh dibedakan kedudukannya.
2. Cut Nyak DhienWanita pejuang selanjutnya adalah Cut Nyak Dhien. Pahlawan asal Aceh ini berperang melawan pasukan kolonial belanda pada masa perang di Aceh, 1873-1904.
Sebagai wanita, dia mampu menjadi garda terdepat dalam perang melawan Belanda. Dirinya memiliki jiwa tangkas, tangguh, dan gigih memperjuangkan Tanah Air.
3. Raden Dewi SartikaDewi Sartika dikenal sebagai tokoh pahlawan asal Jawa Barat yang menjadi perintis pendidikan bagi kaum wanita. Ia mendirikan sekolah bernama Sekolah Isteri di Pendopo Kabupaten Bandung.
Pada 11 September 1947, Dewi Sartika meninggal dan dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 1 Desember 1966.
Dewi Sartika dikenang melalui tulisannya berjudul "De Inlandsche Vrouw" yang berarti "Wanita Bumiputera", ia menghendaki adanya persamaan hak antara pria dan wanita dalam hal pekerjaan serta pendidikan.
4. Cut MeutiaWanita pejuang kemerdekaan asal Aceh ini merupakan pemimpin Gerilya yang berperang melawan pasukan kolonial Belanda. Sejak kecil, dirinya diajarkan agama Islam oleh kedua orang tuanya, bagaimana menghidupkan amar ma'ruf nahi munkar.
Cut Meutia merupakan garda depan di pertarungan yang tidak seimbang dari segi jumlah dan persenjataan membuat dirinya terbunuh setelah tiga tembakan peluru mengenainya.
5. Nyai Ahmad Dahlan atau Siti WalidahDirinya merupakan putri keempat dari tujuh bersaudara, anak Kyai Penghulu Haji Muhammad Fadhil. Nyai Ahmad Dahlan mengambil langkah demi memajukan kaum wanita dengan cara mendirikan kelompok pengajian di daerah Kauman Yogyakarta.
Dalam kiprah hidupnya, perjuangan Nyai Ahmad Dahlan melawan kebodohan dan diskriminasi. Bersama suaminya, K.H. Ahmad Dahlan, ia mendirikan 'Aisyiyah, organisasi yang memiliki perhatian khusus dalam agama, pendidikan, layanan kesehatan, dan sosial.
(bal)