LANGIT7.ID - , Jakarta - Setelah tutup dua bulan untuk revitalisasi, Tebet Eco Park (TEP) kembali dibuka pada Senin (15/8/2022) lalu. Dua kawasan taman yang awalnya terpisah dan berseberangan, Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan, kini telah menjadi satu.
Dari pantauan Langit7, di pintu masuk taman tampak beberapa petugas PJLP Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang berjaga-jaga dan untuk memeriksa tiket masuk.
Usai masuk ke area taman, suasana segarpun terasa sebab dipenuhi dengan pepohonan yang menjulang tinggi. Selain itu, terlihat setiap zona TEP dipenuhi tempat interaksi sosial.
Baca juga: Tebet Eco Park Resmi Dibuka, Jadi Keindahan Alam di Tengah Ibu KotaAda delapan zona di TEP antara lain,
1. Infinity Link Bridge
![Resmi Dibuka, Tebet Eco Park Hadirkan Ruang Interaksi Sosial]()
Jembatan yang dirancang untuk menyambungkan taman utara dan selatan yang sebelumnya dipisahkan oleh Jalan Tebet Timur.
2. Children Playground
![Resmi Dibuka, Tebet Eco Park Hadirkan Ruang Interaksi Sosial]()
Zona bermain yang terdiri dari beberapa tempat permainan yang didesain dengan memanfaatkan kondisi tapak.
3. Forest Buffer
![Resmi Dibuka, Tebet Eco Park Hadirkan Ruang Interaksi Sosial]()
Zona yang lebih tenang di mana pengunjung dapat berjalan di bawah rindangnya pohon dan menikmati alam sekitar.
4. Thematic Garden
Terletak di bawah Infinity Link Bridge, tempat ini dapat mengantar dan menyambut pengunjung yang akan naik atau baru turun dari Infinity Link Bridge.
5. Community Garden
![Resmi Dibuka, Tebet Eco Park Hadirkan Ruang Interaksi Sosial]()
Tempat yang didesain untuk masyarakat sekitar maupun wadah bagi komunitas lokal untuk beraktivitas.
6. Community Lawn
Area ini didesain dengan gundukan-gundukan tanah berumput yang memecah area luas tersebut menjadi beberapa ruang yang lebih kecil dan private, namun tetap dalam kesatuan lanskap.
7. Plaza
Ini merupakan zona pertama yang terlihat saat memasuki area taman di bagian Utara, sebab ia terdapat di pintu masuk. Di TEP Plaza juga mengakomodasi para UMKM untuk berjualan.
8. Wetland Boardwalk
Zona ini adalah sebuah sistem natural yang didesain untuk pengendalian banjir dan meningkatkan kualitas air dengan menggunakan tanaman-tanaman yang dapat mendukung pemurnian air. Sehingga air yang keluar dari Taman Tebet bagian utara, adalah air yang bersih.
Baca juga: 50 Ribu Penyuluh Agama Diminta Sebarkan Nilai Toleransi di Ruang PublikUntuk lebih ramah lingkungan, di setiap zona ini terdapat tempat sampah dan papan peringatan untuk menjaga kebersihan, hati-hati dalam melangkah terutama untuk anak sebab di TEP terdapat lokasi-lokasi yang tidak aman untuk anak-anak jika tidak terpantau orang tua.
"Tempatnya bagus, tapi lumayan bahaya ya sama anak-anak kalau nggak dipantau, kayak dijembatan gitu. Tapi nggak apa-apa sih, kan memang anak-anak harus dipantau," ujar pengunjung TEP, Masydela (30) ketika ditemui Langit7 di TED, Selasa (16/8/2022).
![Resmi Dibuka, Tebet Eco Park Hadirkan Ruang Interaksi Sosial]()
"Saya pribadi sudah pernah datang sebelum direnov, dan lebih bagus yang sekarang karena lebih luas terus banyak tempat-tempat baru seperti permainan anak-anak. Jadi bagus banget, kalau bawa anak ke sini. Tapi semua usia juga cocok ke sini, gratis juga kan," lanjut dia.
Untuk kebersihan, Masydela berkata TED cukup bersih akan tetapi rumput-rumputnya saja kurang hijau.
Sementara, pengujung TEP lainnya, Andi (30) mengatakan taman kota ini akan lebih bagus jika terdapat tempat penyewaan sepeda. Sebab areanya terbilang luas sehingga cukup melelahkan untuk bisa keliling di semua zona.
"Bagusnya sih, kalau ada tempat sewa sepeda supaya bisa keliling-keliling. Capek, soalnya gede banget," katanya.
Baca juga: Indikasi LGBT di CFW, Ruang Publik Harus Steril dari Penyimpangan Sosial"Terutama buat anak-anak juga. Karena mereka nggak kuat keliling di semua tempatnya. Jadi bagus kalau ada penyewaan sepeda," lanjut dia.
![Resmi Dibuka, Tebet Eco Park Hadirkan Ruang Interaksi Sosial]()
Tebet Eco Park merupakan taman kota yang didedikasikan untuk masyarakat dan lingkungan. Terletak di Jakarta Selatan dengan area seluas 7,3 hektare, TEP kini hadir sebagai ruang terbuka hijau yang telah direvitalisasi.
Setiap zona TEP dirancang untuk mengambil peran penting dalam keberlangsungan lingkungan dan interaksi sosial, mulai dari menjaga kualitas alamiah lingkungan hingga meningkatkan kualitas hidup pengunjung dan masyarakat sekitarnya.
(est)