LANGIT7.ID, Jakarta - Kisah penjual roti yang selalu
beristighfar saat berdagang dibagikan oleh Ustadz Khalid Basalamah. Dalam ceramahnya itu, dia menceritakan keajaiban dari istighfar.
Cerita ini ditulis dalam Manakib
Imam Ahmad. Peristiwa itu dialami sendiri oleh ulama besar dari 4 mahzab di masa akhir hidupnya ketika bepergian ke salah satu kota di Irak.
Imam Ahmad bin Hanbal dikenal sebagai Imam Hanbali. Dia merupakan murid dari
Imam Syafii yang menjadi ahli fiqih dan pakar hadist di zamannya (780 - 855 M).
Dalam kisahnya tersebut, Imam Ahmad mengatakan, "Satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju ke salah satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji atau hajat khusus."
Baca Juga: 3 Doa untuk Pedagang Supaya Jualan Laris Manis dan Rezeki BerkahImam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita, "Saat tiba disana waktu Isya, Saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat".
Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya "Kenapa syaikh, mau ngapain di sini?"
Marbot tidak tahu yang ditanyanya itu adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya. Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadist.
"Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tahu wajahnya, cuma namanya sudah terkenal," kata Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya dikutip Jumat (19/8/2022).
Kata imam Ahmad "Saya ingin istirahat, saya musafir". Tapi marbot masjid tidak mengizinkannya, bahkan sampai didorong-dorong keluar masjid.
Imam Ahmad diusir sampai ke jalanan. Di sana ada penjual roti yang terlihat sedang membuat adonan. Dia pun memanggil ulama besar tersebut. "Mari syaikh, Anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat."
Ajakan itu pun disetuji Imam Ahmad. Dia lalu masuk ke dalam rumah penjual roti tersebut tanpa memperkenalkan diri. Saat itulah dia melihat ada kebiasaan luar biasa yang dilakukan pedagang tersebut.
Saat Imam Ahmad mengajak berbicara, dia menjawab. Tapi ketika diam, penjual roti ini melafalkan istighfar, Astaghfirullah. Mulutnya terus beristighfar sambil bekerja mengolah adonan roti.
Imam Ahmad pun bertanya "Sudah berapa lama kamu lakukan ini (beristighfar)?" Orang itu menjawab "Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan".
"Apa hasil dari perbuatan mu ini?" tanya dia kembali. Kemudian penjual roti mengatakan, Allah SWT selalu mengabulkan apa yang menjadi hajat dan permintaannya, kecuali satu hal.
Imam Ahmad penasaran kemudian bertanya "Apa itu?". Penjual roti mengatakan, dia ingin sekali bertemu dengan Imam Ahmad. Seketika ulama besar itu pun bertakbir.
"Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu."
(bal)