LANGIT7.ID, Sukabumi - Selebgram Tasyi Athasyia merayakan HUT RI ke-77 di pesantren milik sang suami, Syech Zaki Alatas, Pondok Pesantren Al Masyhad, Cijurey, Sukabumi, Jawa Barat. Pesantren itu mengadakan perlombaan khas 17 Agustus diikuti 80 santriwati.
80 santri itu dibagi menjadi empat tim dengan nama unik yakni nona cantik, nona Arab, nona Sunda, dan nona Betawi. Hadiah yang diberikan pun diberikan untuk pemenang lomba dan
grand prize untuk per tim. Tim yang mendapat skor paling banyak akan mendapat
grand prize.
Aturannya setiap anggota tim mengikuti setiap ajang yang diperlombakan. Anggota yang menang mendapat sebanyak Rp500 ribu dan tak perlu dibagi ke semua anggota tim. Selain hadiah uang, tim yang anggotanya Menang diberi poin. Poin itu dikumpulkan untuk mendapat
grand prize.
Baca Juga: Ide Lomba Bernuansa Islam Semarakkan Hari Kemerdekaan Indonesia
“Tapi nanti kalau di total tim mana yang paling banyak menang baru dapat grand prize uang Rp3 juta,” kata Tasyi di kanal Youtube-nya, dikutip Kamis (18/8/2022).
Ada lima lomba yang digelar. Pertama, lomba kerupuk yang diselenggarakan berbeda dengan lomba kerupuk pada umumnya. Lomba kerupuk di sini dilakukan secara berpasangan. Satu orang memegang kerupuk dengan mata tertutup sambil berputar. Sedangkan satu orang lagi mengikuti orang yang ditutup matanya untuk memakan kerupuk.
Kedua, lomba tuang air. Tim yang lebih dulu menumpahkan air dari gelas akan kalah. Sementara, tim yang bertahan paling belakang itu akan menang. Para santri sangat berhati menuang air ke dalam botol, agar tidak cepat penuh.
Ketiga, lomba cerdas cermat. Materi yang diberikan seputar kemerdekaan. Keempat, lomba memecahkan balon. Peserta meniup balon lalu dipecahkan dengan cara diinjak. Kelima, lomba memasukkan paku ke dalam botol.
Dalam perlombaan tersebut, tim nona Betawi yang berhasil mendapatkan grand prize. Itu artinya, nona Betawi yang memiliki anggota tim pemenang terbanyak. Dalam lomba air, tim nona Sunda jadi Pemenang dan mendapat hadiah sebesar Rp3 juta.
Baca Juga: Wakil Ketua MPR RI: HUT RI Jangan Hanya Euforia, Harus Jadi Momen PersatuanPondok Pesantren Al Masyhad dikenal sebagai pesantren khusus penghafal Al-Qur’an. Tak sembarangan orang bisa menempuh pendidikan di pesantren ini. Santri dibatasi dengan syarat-syarat tertentu.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube, Tasyi menyebut pesantren merupakan tempat
healing terbaik. Pesantren yang dikelola keluarga Syech Zaki ini mengusung konsep villa dengan pemandangan alam yang bikin adem.
Pesantren ini khusus mencetak kader penghafal Al-Qur’an yang nantinya bisa dikirim ke Yaman untuk melanjutkan pendidikan. Itulah penyebab tempat itu tak menerima terlalu banyak santri, agar bisa lebih fokus.
(jqf)