LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 tujuan saat
berwisata yang mesti menjadi pedoman umat Islam. Aktivitas jalan-jalan pun tetap harus diniatkan untuk beribadah agar bernilai kebaikan.
Wisata tak mesti dikaitkan dengan hura-hura atau melupakan berbagai rutinitas. Justru sebaliknya, ada sunnah yang tak boleh diabaikan ketika liburan.
Dalam suatu riwayat, Imam Hanbal pernah ditanya tentang berwisata, lalu dia menjawab: "Wisata tidak ada sedikit pun dalam Islam, tidak juga prilaku para nabi dan orang-orang saleh." (Talbis Iblis, 340).
Wisata yang berarti bepergian untuk mencari hiburan tidak lah dianjurkan dalam Islam. Lalu bagaimana semestinya seorang muslim berwisata?
Baca Juga: 5 Tempat Wisata Ini Gratiskan Tiket Masuk saat 31 AgustusBerikut 5 tujuan saat berwisata:
1. Niatkan untuk IbadahNabi SAW pernah mengatakan bahwa: "Sesunguhnya wisatanya umatku adalah berjihad di jalan Allah.” (HR. Abu Daud, 2486, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud dan dikuatkan sanadnya oleh Al-Iraqi dalam kitab Takhrij Ihya Ulumuddin, no. 2641)
2. Mencari IlmuWisata bisa dikaitkan untuk mencari ilmu dan pengetahuan. Dalam Islam, perjalanan dengan tujuan tersebut dinilai mulia. Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda: "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim).
3. Ambil Peringatan dan PelajaranWisata dalam Islam adalah mengambil pelajaran dan peringatan. Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:
"Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu." (QS Al-An’am: 11)
Dalam ayat lain,
"Katakanlah: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa." (QS An-Naml: 69)
4. BerdakwahSeorang muslim dianjurkan menyampaikan kebaikan dan syiar Islam. Hal ini dilakukan oleh para Nabi dan Rasul. Para sahabat Rasullah juga menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.
5. Tadabur AlamKegiatan tadabur alam juga dianjurkan dalam Islam. Namun lagi-lagi tujuannya bukan sekadar healing, tapi mengagungkan ciptaan Allah Ta'ala. Hal ini menjadi penguat keimanan dan ketakwaan kepada Sang Khalik.
Katakanlah:
"Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Ankabut: 20)
(bal)