LANGIT7.ID, Jakarta - Mendengarkan lantunan nasyid di pagi hari dapat menyejukkan pikiran sekaligus kembali mengingatkan kita terhadap kebesaran Allah SWT. Nasyid merupakan senandung bercorak Islam yang mengandung kalimat nasihat, kisah para nabi, dan pujian terhadap Allah.
Sesuai dengan judulnya, lirik nasyid berisi tuntunan kepada pendengarnya, agar mengucapkan kalimat tayyibah, seperti alhamdulillah, subhanallah, Allahu Akbar, dan Innalillah dalam berbagai situasi serta kondisi.
Berikut rekomendasi nasyid lawas, untuk menemani Selasa pagi sahabat, yang
Langit7.id rangkum dari berbagai sumber, Selasa (30/8/2022).
Baca Juga: Pameran Hijrah di Arab Saudi, Simulasikan Peristiwanya Jadi Lebih Nyata1. Peristiwa Subuh Senandung yang dilantunkan oleh musisi generasi muslim 90-an, Raihan. Nasyid ini menceritakan suasana Subuh ketika azan berkumandang serta ajakan untuk segera menegakkan salat. Nasyid ini juga berisi sindiran tentang mereka yang masih terlelap di dalam tidurnya ketika azan Subuh berkumandang.
2. Iman MutiaraLagu Iman Mutiara ini memiliki makna yang sangat dalam tentang nasihat iman yang ada di dalam hati manusia. Tanpa adanya iman, setiap manusia tidak dapat meyakini adanya Allah SWT. Iman tidak dapat diwariskan dari orang tua ke anak, tetapi iman harus diupayakan dengan berbagai amalan-amalan sunnah dan wajib.
3. Pergi Tak KembaliSelanjutnya, ada nasyid lawas yang dibawakan oleh Rabbani. Lirik lagunya mengandung makna terdalam mengenai kematian dan perpisahan yang sudah pasti dirasakan oleh setiap manusia.
Baca Juga: Sejarah Seni Musik Kasidah, Sarana Dakwah Penyebaran Islam di Nusantara"Sesungguhnya jasad manusia akan dimamah bumi berpusah dengan segalanya yang ada di dunia, diiringi doa serta air mata," bunyi nasyid tersebut.
4. 25 RasulNasyid ini bisa menjadi metode pembelajaran bagi anak untuk menghafal nama-nama Rasul. Lagu yang dibawakan Raihan ini berisi 25 nama Rasul menjadi favorit anak-anak pada masa itu.
5. Bismillah Salah satu nasyid ini berisi nasihat agar kita memulai segala sesuatu dengan mengucap basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah agar semua hal yang dilakukan mendapat berkah dari Allah SWT.
6. I'tirafNasyid ini terbilang menjadi yang paling menyentuh hati. Lirik di dalamnya diambil dari kata-kata mutiara seorang pujangga Arab pada abad ke-7 masehi, Abu Nawas. Makna lagu ini berisi permohonan ampun kepada Allah SWT.
Hukum Mendengarkan MusikDalam Islam, para ulama berbeda pendapat terkait hukum mendengarkan musik. Ada yang berpendapat mendengarkan musik mubah hingga haram.
Mengutip dari situs NU Online, menurut Imam Al-Ghazali mendengarkan musik, lagu, dan nyanyi-nyanyian diperbolehkan dalam Islam. Imam Al Ghazali menjelaskan, hukum mendengarkan musik atas dasar Alquran surat Luqman ayat 19, berikut ini:
وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ
“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkan suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai”.
Menurut Imam Al-Ghazali, mendengarkan nyanyian atau musik itu tetap sebagai aktivitas yang tidak bernilai dosa, sama halnya dengan kegiatan mubah lainnya.
Baca Juga: Ribuan Penyuluh Lintas Agama Ikuti Kemah Moderasi Beragama(zhd)