LANGIT7.ID, Kuala Lumpur - Siapa sangka
Ratu Elizabeth II ternyata menaruh minat yang besar pada seni musik Islami. Bahkan Sang Ratu memiliki peran penting dalam perjalanan grup nasyid asal Malaysia, Raihan, bisa populer di skala internasional.
Raihan merupakan grup nasyid beranggotakan lima orang yang populer di dunia internasional pada 1996. Raihan diundang mewakili Malaysia di sebuah royal gala di Edinburgh, Skotlandia pada 1997. Itu menjadi pertunjukan internasional pertama mereka.
Salah satu anggota Raihan, Che Amran Idris, mengatakan, penampilan mereka menarik perhatian Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles. Sang Ratu bahkan datang ke belakang panggung untuk menemui mereka.
Baca Juga: Kisah Kedekatan Ratu Elizabeth II dengan Umat Islam di Inggris
Satu tahun kemudian, Malaysia menjadi tuan rumah Commonwealth Games 1998. Ratu Elizabeth memimpin upacara penutupan.
Che Amran mengatakan, sebelum kedatangan sang Ratu, pihak protokoler istana memberitahukan keinginan sang Ratu bertemu dengan Raihan. Pertemuan itu diadakan di Synchrosound Studio di Petaling Jaya.
Pada saat itu, Raihan merekam ulang lagu hits mereka berjudul Syukur yang rilis pada 1997. Bahkan, sang Ratu menyaksikan secara langsung proses rekaman tersebut.
"Untuk perekaman ulang itu, Sang Ratu menekan tombol ‘rekam’. Setelah itu, kami melakukan percakapan singkat dengan Ratu, yang mengatakan bahwa dia menghormati pekerjaan kami dan senang bahwa itu diterima dengan baik,” kata Che Amran, dikutip laman FMT, Sabtu (10/9/2022).
Kala itu, kata Che Amran, Sang Ratu menyampaikan bahwa Raihan melalui lagu-lagu religi telah memperkenalkan Islam yang damai ke seluruh dunia. Sang Ratu disebut bangga dengan kesuksesan mereka.
“Kami benar-benar tersentuh oleh apa yang dikatakan Ratu dan itu memberi kami kepercayaan diri bahwa kami dapat memamerkan, dan mendapatkan pengakuan untuk, produk Malaysia kami secara global,” ujar Che Amran.
Baca Juga: Kunjungan Pertama ke Masjid di Inggris, Ratu Elizabeth II Dihadiahi Al-Qur'an
Sejak pertemuan itu, Raihan sudah diundang ke berbagai negara seperti di Australia, Kanada, China, Prancis, Indonesia, Rusia, Singapura, Arab Saudi, Thailand, AS, dan negara lainnya.
Dia menyebut, sesi perekaman Album Syukur yang dihadiri langsung Ratu Elizabeth II merupakan peluang emas yang mereka tidak pernah duga. Sang Ratu bahkan sangat senang saat menerima CD hasil rekaman tersebut.
"Dia memegangnya sendiri, dia tidak ingin pengawalnya memegangnya," katanya.
(jqf)