LANGIT7.ID, Ambon - Dua pulau di timur Indonesia menyimpan harta karun berupa masjid dengan arsitektur keren serta unik. Setidaknya total ada empat masjid yang menjadi ikonik baru di tanah Maluku serta Papua.
Kokohnya empat masjid tersebut kian menegaskan Indonesia sebagai negara mayoritas muslim.
Alhamdulillah, sebuah kondisi yang patut disyukuri. Itu artinya, di setiap tanah di negeri ini selalu ada manusia yang mendirikan shalat untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Tentunya, ketaqwaan seorang hamba, dalam hal ini bangsa, akan mendatangkan keberkahan hingga bantuan dari Allah yang datangnya dari pojokan-pojokan yang tidak terduga. Hal tersebut senada dengan Firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur'an, Surat At Thalaq ayat dua dan tiga.
فَاِذَا بَلَغۡنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمۡسِكُوۡهُنَّ بِمَعۡرُوۡفٍ اَوۡ فَارِقُوۡهُنَّ بِمَعۡرُوۡفٍ وَّاَشۡهِدُوۡا ذَوَىۡ عَدۡلٍ مِّنۡكُمۡ وَاَقِيۡمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ؕ ذٰ لِكُمۡ يُوۡعَظُ بِهٖ مَنۡ كَانَ يُؤۡمِنُ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ ۙ وَمَنۡ يَّـتَّـقِ اللّٰهَ يَجۡعَلْ لَّهٗ مَخۡرَجًا
"Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,"وَّيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ ؕ وَمَنۡ يَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسۡبُهٗ ؕ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمۡرِهٖ ؕ قَدۡ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ قَدۡرًا
"dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu,"Keempat masjid, dua berada di Maluku dan dua lainnya di Papua, tersebut lambat laun menjadi
landmark baru seiring dengan meningkatnya daya tarik masyarakat mendatangi masjid-masjid itu. Lantaran berdiri di provinsi yang mayoritas bukan muslim, maka keempat masjid tersebut dibuat sangat besar dengan kapasitas mencapai belasan ribu jemaah.
Dirangkum redaksi Langit7.id, berikut empat masjid yang menjadi ikonik baru Maluku dan Papua:Masjid Raya Al Fatah Maluku![Rahmatan Lil Alamin hingga Maluku dan Papua, Empat Masjid Megah Jadi Landmark]()
Masjid Raya Al Fatah merupakan masjid terbesar di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Masjid tersebut dibangun dengan kapasitas ribuan jamaah. Belakangan, Masjid Raya Al Fatah menjadi salah satu trip religi di Kota Ambon.
Masjid yang memiliki dua menara yang menyatu dengan bangunan utama tersebut berdiri kokoh di jalan Sultan Baabullah, Honipopu, Sirimau, Ambon. Dua menara tersebut pun mengapit kubah besar masjid. Pada 2010 silam bangunannya direnovasi dan kini tampil dengan wajah manis dan memukau. Perancang bangunan seolah hendak membunuh peristiwa kelam nan berdarah di Ambon.
Masjid Raya Al Fatah kerap kali diserbu para traveler baik untuk menunaikan shalat fardhu ataupun sebatas berswafoto. Mengingat, arsitektur nuansa Timur Tengah menggugah untuk mengabadikan momentum. Sebagai catatan, pengurus dan keamanan Masjid Al Fatah sangat keras terhadap para pengunjung atau jemaah yang berpakaian kurang sopan. Selain ditegur, petugas langsung mempersilakan orang tersebut untuk keluar dari masjid.
Lainnya, masjid yang dibangun di atas lahan lebih kurang seluas 5.000 hektare itu ramai dikunjungi setiap harin, baik warga lokal maupun wisatawan dalam dan luar negeri. Selama pandemi virus corona, masjid ini tetap dibuka bagi pengunjung. Namun, penerapan protokol kesehatan tetap diberlakukan.
Masjid Raya Al Munawwar Maluku Utara![Rahmatan Lil Alamin hingga Maluku dan Papua, Empat Masjid Megah Jadi Landmark]()
Masjid Raya Al Munawwar terletak di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Masjid terbesar di Maluku Utara itu berdiri atau mengapung di atas permukaan air dengan kapisitas lebih kurang 15.000 jemaah. Masjid apung tersebut merupakan salah satu obyek wisata religi di Ternate yang ramai dikunjungi.
Masjid Raya Al Munawwar dibangun tetapt di bibir pantai yang menghadap langsung ke laut lepas. Ibarat
Blessing from The Sky, membuat sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan jemaah beribadah di masjid tersebut.
Karena keindahan dan tata letak masjid yang unik, Masjid Raya Al Munawwar pun menjadi landmark Kota Ternate. Hanya saja, pandemi membuat para pengunjung dan jemaah tidak leluasa seperti biasa. Meskipun tetap dibuka, pengurus masjid memberlakukan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Masjid Ridwanul Bahri Papua Barat![Rahmatan Lil Alamin hingga Maluku dan Papua, Empat Masjid Megah Jadi Landmark]()
Masjid Ridwanul Bahri berlokasi di Jalan Toba Sanggeng Fasharkan TNI AL Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Meski berlokasi di Markas TNI, masjid tersebut tetap terbuka untuk umum. Bahkan, Masjid Ridwanul Bahri tergolong masjid yang paling ramai dikunjungi.
Penyebab ramainya pengunjung juga ditopang lantaran Masjid Ridwanul Bahri berada di pusat Kota Manokwari. Siapapun yang datang ke Manokwari dipastikan mudah menjumpai masjid tersebut. Bahkan, menjadi masjid yang terbesar di Provinsi Papua Barat. Maka tidak heran jika Masjid Ridwanul Bahri menjadi ikonik baru di pulau paling timur Indonesia tersebut.
Berdirinya masjid megah di Manokwari tentunya memudahkan pemerintah daerah setempat mempromosikan destinasi wisata kepada umat Islam dalam ataupun luar negeri. Mengingat, salah satu pertimbangan pariwisata muslim, yakni tersediannya masjid dan kuliner halal.
Masjid Raya Al Aqsha Papua![Rahmatan Lil Alamin hingga Maluku dan Papua, Empat Masjid Megah Jadi Landmark]()
Masjid Al-Aqsha Sentani terletak di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua. Pembangunan dilakukan Mei 2016. Masjid Al Aqsa menjadi tempat akhir saat kirab kerukunan antarpemeluk agama yang dimulai dari Gereja Ebenhaezer, 28 Mei 2017.
Pada 16 Februari 2018, masjid tersebut menuai kontroversi saat Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGKJ) Pendeta Robbi Depondoye menuntut agar menara masjid dibongkar selambat-lambatnya 31 Maret 2018. Dia beralasan, ukuran menara melebihi bangunan gereja yang ada di sekitarnya.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang turut menyumbang 1.000 karung semen untuk pembangunan masjid pun turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Ada enam poin kesepakatan yang diraih bersama saat itu, yakni pimpinan Forkopimda, perwakilan tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat lainnya. Kelima poin ini ditandatangani Tim Enam, yaitu Pdt Alberth Yoku STh (ketua), DR H Toni Wanggai SAg MA (anggota), Drs KH Umar Bauw Al-Bintuni MM (anggota), Pdt Hosea Taudufu STh (anggota), Pdt Robbi Depondoiye STh (anggota), dan Nurdin Sanmas SHI (anggota).
Diketahui, Masjid Al Aqsa menjadi yang terbesar di Papua. Lebih kurang, 6.000 jemaah dapat ditampung di masjid tersebut.
(asf)