Pebisnis Punya Tingkat Depresi Lebih Tinggi, Ini Alasannya
mahmuda attar husseinSelasa, 06 September 2022 - 13:50 WIB
Pebisnis punya tingkat depresi lebih tinggi. (Foto: iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Pebisnis ternyata memiliki tingkat depresi lebih tinggi dibandingkan dengan profesi pekerjaan lainnya. Sebab mereka cenderung mempunyai kekhawatiran berlebih.
Melansir entrepreneur.com, seorang dokter kesehatan mental, Dr Michael Freeman, mengungkapkan sebanyak 72 persen pebisnis di Amerika Serikat memiliki masalah kesehatan mental.
Untuk itu, penting mengetahui alasan para pebisnis memiliki tingkat depresi lebih tinggi, berikut ulasannya:
Salah satu faktor yang membuat para pebisnis memiliki risiko depresi lebih tinggi adalah karena mereka cenderung mengerjakan semuanya sendiri. Mereka lebih fokus memikirkan masalah bisnis sendiri ketimbang memecahkan masalah bersama tim yang ada.
2. Memprioritaskan kinerja daripada kesehatan
Kebanyakan pebisnis lebih memprioritaskan kesehatan laju bisnisnya daripada kesehatan mental pada dirinya sendiri. Itu karena ambisi mereka yang terlalu tinggi untuk mengembangkan bisnis.
3. Terlalu banyak berpikir
Overthinking ataupun terlalu banyak berpikir menjadi masalah berikutnya yang sering dialami pebisnis. Adapun yang paling sering mereka khawatirkan adalah terkait kerugian bisnis dan kebangkrutan.
4. Kelebihan tanggungjawab
Banyak pebisnis pemula yang masih enggan membagi tanggungjawab bisnis kepada timnya sendiri. Mereka relatif lebih sering memikul tanggungjawab bisnis sendirian, bahkan secara personal.
Hal inilah yang memicu peningkatan beban dalam hidup, hingga pada akhirnya menghasilkan kesehatan mental seperti depresi.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”