LANGIT7.ID - , Jakarta - Indonesia memasuki
musim penghujan, yang diprakirakan berlangsung pada periode September hingga Desember 2022. Pergantian cuaca ini dianggap dapat memicu sakit apalagi jika tubuh kehujanan di jalan.
Banyak yang beranggapan hujan menyebabkan penyakit, seperti
flu.
Cuaca dingin memang berkorelasi dengan flu, tetapi kehujanan nyatanya menyebabkan seseorang langsung mengalami flu.
Faktanya, flu disebabkan oleh virus dan bukan dipengaruhi oleh hujan. Misalnya pada Rhinovirus yang mudah menyebar di musim dingin.
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Disertai Petir di Jabodetabek Rabu 31 AgustusMelansir dari Complete Care, Jumat (9/9/2022) ada beberapa korelasi hujan dengan flu. Cuaca dingin akibat hujan menurunkan suhu tubuh kita yang dapat melemahkan sistem kekebalan sehingga mudah jatuh sakit. Ini dapat meningkatkan risiko
infeksi.
Perubahan suhu menjadi dingin dapat membuat seseorang rentan terhadap penyakit serius, seperti hipotermia, yakni kondisi tubuh kehilangan lebih banyak panas daripada yang dihasilkannya.
Selain itu, kelembapan yang rendah membuat bakteri dan virus diri dapat bertahan lebih lama di udara. Inilah yang menyebabkan selama musim hujan seseorang dapat terkena flu dengan mudah.
Agar terhindar dari flu saat musim hujan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, pakai pakaian hangat dan berlapis yang memungkinkan tubuh melepaskan panas lebih cepat untuk mengidari hipotermia.
Baca juga: Dokter Terserang Flu dan Pilek, Begini Cara Mereka ObatinyaKedua, hindari kehujanan agar menjaga suhu tubuh tetap baik dan terhindar dari bakteri atau virus yang menyebar di cuaca dingin. Ketiga, hindari orang sakit flu yang dapat menularkan virus.
(est)