Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Dokter Terserang Flu dan Pilek, Begini Cara Mereka Obatinya

muhammad rifai akif Selasa, 02 November 2021 - 10:07 WIB
Dokter Terserang Flu dan Pilek, Begini Cara Mereka Obatinya
Dokter yang sejatinya bertugas membantu menyembuhkan penyakit juga bisa terserang penyakit. Foto : LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - - Pergantian musim merupakan suatu yang lazom. Saat ini Indonesia memasuki musim hujan, dimana di cuaca seperti ini orang rentan mengalami gejala pilek dan flu.

Virus dan bakteri bisa datang lewat mana saja, tanpa disadari tiba-tiba Anda merasa sakit tenggorokan, hidung tersumbat, kepala sedikit pusing, badan juga rasanya tidak enak. Saat merasakan kondisi seperti tadi, itu tandanya flu dan pilek menyerang.

Gejala ini ternyata bisa menyerang siapa saja, termasuk para dokter. Dokter yang sejatinya bertugas membantu menyembuhkan penyakit juga bisa terserang penyakit.

Lantas apa saja yang akan dilakukan para dokter saat mengalami gejala flu atau pilek? Berikut hal-hal yang biasa dilakukan para dokter untuk meredakan gejala pilek, seperti yang dilansir dari laman Livestrong.com.

1. Menjaga tetap terhidrasi
Ameet R. Kamat, MD , direktur operasi sinus dan dasar tengkorak di Rumah Sakit White Plains di New York mengatakan, "Ketika mengalami gejala pilek, saya memastikan untuk menghidrasi dan mempertahankan elektrolit,".

Baca juga : Kapan Flu Biasa Dicurigai Covid-19? Ketahui Ini untuk Memastikan

Hidrasi merupakan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh dimana strategi yang tepat untuk menjaganya adalah dengan cukup minum air putih. Atau bisa juga minuman yang mengandung elektrolit. Saat alami gejala pilek dan flu sebaiknya hindari minuman yang menyebabkan dehidrasi seperti kafein atau alkohol dosis tinggi.

"Air membantu pengiriman oksigen dan pembuangan racun dari tubuh," kata Dr. Kamat.

Selain itu, Dr. Kamat menambahkan, air juga membantu aliran limfatik atau sistem penyaringan tubuh yang penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh.

2. Minum cairan hangat
Dokter integratif yang berbasis di New York Patrick Fratellone, MD, minum banyak cairan hangat, terutama teh herbal, ketika dia mulai menunjukkan gejala pilek.

Selain bisa menenangkan saat tenggorokan gatal dan sakit, cairan hangat memastikan lendir yang diproduksi tubuh tidak terlalu kental. Sehingga lebih mudah mengurainya saat tubuh sedang melawan virus.

"Beberapa teh yang saya gunakan adalah daun jelatang, echinacea, goldenseal dan elderberry untuk melawan sifat antivirusnya dan satu sendok teh madu mentah untuk antioksidan dan antimikrobanya ," kata Dr. Fratellone.

3. Berkumur
Masih resep dari Dr. Fratellone, cara lainnya adalah berkumur dengan air garam. Cara ini dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat radang tenggorokan.

Adapun caranya dengan mencampurkan 1/4 hingga 1/2 sendok teh garam dapur dalam 4 hingga 8 ons air (setara dengan 125-250 ml). Berkumur dengan air garam dapat membantu untuk meredakan pembengkakan dan iritasi pada tenggorokan.

4. Konsumsi tablet hisap atau permen yang mengandung Zinc
Dr Fratellone akan mengkonsumsi permen yang mengandung Zinc setiap 6 jam sekali jika sedang mengalami gejala flu/pilek.

Kandungan Zinc membantu sistem kekebalan melawan bakteri dan virus. Selanjutnya lapisan pelega tenggorokan dalam permen yang tertinggal di lidah dan tenggorokan mungkin yang membuat rhinovirus lebih sulit untuk masuk ke selaput lendir (walaupun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukannya secara tepat).

Menurut Tim Peneliti British Journal of Clinical Pharmacology, mengkonsumsi tablet hisap atau permen pelega tenggorokan dapat bekerja lebih cepat ketimbang menelan obat.

5. Tidur lebih banyak
Dokter rawat darurat yang berbasis di Georgia, Darria Long Gillespie, MD memastikan untuk tidur satu atau dua jam lebih awal jika mengalami pilek.

"Ketika Anda kurang tidur, itu membuat sistem kekebalan Anda lebih rentan terhadap infeksi," kata Gillespie. Dia juga meminum obat Aleve (semacam obat demam) jika ada rasa sakit, nyeri, atau demam yang menyerang tubuh dan berpotensi memengaruhi kualitas tidurnya.

Dr. Kamat juga mengaku tidur lebih lama, "Setiap orang jumlahnya dapat bervariasi, tetapi secara umum, saya mencoba untuk mendapatkan setidaknya tujuh hingga delapan jam ketika mulai merasa sakit," katanya.

"Peningkatan tidur dapat meningkatkan produksi antibodi dan fungsi sel T (yang melawan virus)." imbuhnya.

6. Membilas hidung
Ketika Dr Kamat mulai merasakan gejala pilek di hidung, ia membilas hidungnya sebanyak dua kali.

"Ini membantu sel-sel kecil yang disebut silia yang dirancang untuk meningkatkan pembersihan lendir," katanya.

Bilas hidung juga membantu mengurangi kekentalan lendir, memungkinkan tubuh Anda untuk membersihkannya lebih cepat.

Caranya pun cukup mudah, siapkan air yang sudah dicampur garam, sama seperti aturan kumur di atas. Kemudian, siapkan alat suntikan yang bisa untuk memasukkan air ke bagian dalam hidung. Jika tidak ada suntikan bisa juga masukkan air garam ke hidung langsung dengan tangan.

7. Rileks saja
"Saya mengelola stres, seperti tidak bekerja sementara, melakukan meditasi dan olahraga (sambil menjaga hidrasi yang baik)," kata Dr. Kamat.

Baca juga : Tiga Tips Awet Muda ala Dokter Haekal Anshari

"Saya mencoba berolahraga hanya dalam jumlah sedang, karena biasanya membantu meredakan gejala pilek, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan." Ujarnya.

Selama gejala flu masih berada di atas leher, olahraga ringan hingga sedang dapat membantu menurunkan gejalanya menurut Mayo Clinic. Bagi yang gemar berolahraga pastikan untuk mengurangi durasi dan intensitas latihan dari biasanya.

8. Menghirup udara bersih
Kunjana Mavunda, MD, ahli paru pediatrik bersertifikat di KIDZ Medical Services di Florida, menggunakan pembersih udara sebagai cara untuk mendorong pencegahan dan meredakan pilek.

"Kualitas udara yang kita hirup mempengaruhi kesehatan saluran pernapasan. Udara yang tercemar, baik itu udara luar (asap dari kebakaran, polusi dari mobil) atau udara dalam ruangan tertutup dapat merusak lapisan pelindung saluran udara," kata Mavunda.

Mavunda menambahkan ini memudahkan terjadinya infeksi saluran pernapasan, karena dengan begitu virus atau bakteri lebih mudah masuk ke saluran napas.

9. Makanlah makanan yang bergizi
Dr. Kamat membatasi gula dan mencari banyak serat dan vitamin C ketika dia merasa masuk angin atau gejala flu.

"Saya makan banyak buah jeruk dan kadang-kadang menambahkan lemon ke air saya," katanya.

Selain itu makan juga dengan kangkung, brokoli, bawang merah, ubi jalar, butternut squash dan kacang-kacangan serta jangan lupakan biji-bijian yang mengandung banyak serat.

"Banyak dari makanan ini dikenal karena efek antioksidannya." tambahnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)