LANGIT7.ID, Jakarta - Allah memberikan kebebasan manusia memilih dan menjalani kehidupannya. Namun, kelak kebebasan itu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Tak sulit bagi Allah mendapat data-data manusia, bukan hanya data pribadi seperti alamat, tanggal lahir, orangtua, dan sebagainya, data-data perbuatan yang privat pun Allah jangkau.
Firman Allah dalam Surat Yasin ayat 65:
اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya:
Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Allah membuka semua rahasia perbuatan manusia saat Yaumul Hisab. Merujuk Tafsir Tematik Kementerian Agama: Keniscayaan Hari Akhir ayat ini menginformasikan bahwa segala perbuatan manusia akan dilaporkan oleh tangannya sendiri sementara kakinya yang menjadi saksi.
Baca juga: Buya Yahya: Islam Menutup Dosa dengan Cara BertaubatPada waktu melewati proses
hisab ini, seseorang tidak bisa beralibi untuk tidak mengakui data tentang perbuatannya, sebab Allah menciptakan saksi independen yang akan berbicara obyektif di hadapan Allah.
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka perbuat.
Jika demikian, maka tidak mungkin ada satu pun perbuatan dan perkataan yang terlewat, tidak dihisab. Situasi semacam ini, jika dilihat dari sudut pandang manusia yang lemah dan terbatas, tentu saja tidak masuk akal.
Baca juga: Waktu Terbaik Bersedekah, Buya Yahya: Bisa Kapan SajaSebab yang diketahui manusia dari anggota tubuhnya hanya mulutlah yang bisa bicara. Dalam hal ini, ia lupa bahwa mulut bisa bicara itu bukan karena ia bernama mulut, akan tetapi karena Allah memberinya hak untuk bicara ketika di dunia.
Maka, dengan kekuasaan-Nya juga, hak bicara mulut dicabut atau dinonaktifkan sementara.
(sof)