Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home masjid detail berita

Menggugat Dosa Asal di Taman Aden: Narasi Hawa sebagai Penggoda Adam

miftah yusufpati Rabu, 14 Januari 2026 - 05:53 WIB
Menggugat Dosa Asal di Taman Aden: Narasi Hawa sebagai Penggoda Adam
Peristiwa ini adalah bagian dari skenario besar untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi. Ilustrasi: AI

LANGIT7.ID- Suara itu terdengar lirih namun mematikan. Selama berabad-abad, sebuah narasi besar berkelindan dalam benak masyarakat: bahwa Hawa adalah sang penggoda, sosok yang membisikkan rayuan hingga Adam nekat menyentuh pohon terlarang. Dampaknya sistematis. Wanita diletakkan dalam posisi subordinat, dianggap sebagai cikal bakal musibah, dan memikul beban moral atas terusirnya manusia dari surga.

Namun, di meja redaksi pemikiran Islam kontemporer, gugatan terhadap mitor ini mulai mengencang. Syaikh Yusuf Qardhawi, dalam karyanya Fatwa-fatwa Kontemporer terbitan Gema Insani Press, menyebut pandangan tersebut tidak islami.

Menurut Qardhawi, tuduhan bahwa Hawa adalah penyebab kesengsaraan hidup manusia merupakan produk taklid buta terhadap narasi yang bersumber dari kitab-kitab sebelum Al-Quran, yang telah mengalami banyak distorsi sejarah.

Penelusuran Qardhawi berangkat dari teks primer. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 35, titah ilahi untuk menjauhi pohon tersebut ditujukan secara duet: Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini. Tidak ada spesifikasi bahwa Adam adalah pemimpin yang lurus dan Hawa adalah pembangkang. Keduanya memegang tanggung jawab yang setara secara hukum langit.

Lebih jauh lagi, Qardhawi membedah siapa aktor intelektual di balik drama pengusiran tersebut. Al-Quran secara eksplisit menunjuk setan sebagai provokator tunggal. Dalam Surat Al-Araf ayat 20, disebutkan bahwa setanlah yang membisikkan pikiran jahat kepada keduanya. Setan menggunakan sumpah palsu, mengklaim dirinya sebagai pemberi nasihat tulus, agar Adam dan Hawa tertarik mencicipi khuldi dengan iming-iming keabadian.

Yang menarik, dalam Surat Thaha ayat 115 hingga 121, fokus pertanggungjawaban justru diletakkan di pundak Adam. Ayat tersebut menyatakan: Dan durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesalah ia. Al-Quran tidak menyebutkan Hawa merayu Adam. Sebaliknya, Qardhawi menginterpretasikan bahwa Hawa justru mengikuti Adam dalam pelanggaran tersebut. Adam, sebagai sosok yang diberikan peringatan awal, dianggap kehilangan kemauan kuat (azm) saat menghadapi godaan setan.

Diskusi ini meruntuhkan legitimasi kelompok yang hobi merendahkan wanita dengan dalil sejarah surga. Jika Adam yang pertama kali diminta tanggung jawab oleh Tuhan, maka meletakkan kesalahan kolektif umat manusia pada pundak Hawa adalah sebuah kecacatan logika teologis. Qardhawi mengingatkan bahwa peristiwa ini adalah bagian dari skenario besar untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, sebuah tugas yang sudah dirancang jauh sebelum Adam menginjakkan kaki di taman surga.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan