Melalui Fatwa Kontemporer Syaikh Yusuf Qardhawi, naskah ini membongkar mitos Hawa sebagai penyebab jatuhnya Adam. Islam justru membersihkan nama wanita dan menempatkannya sebagai mitra sejajar laki-laki.
Stigma Hawa sebagai biang kerok dosa Adam adalah mitos tak islami. Qardhawi membongkar narasi ini, menunjukkan Al-Quran membebaskan wanita dari beban dosa asal, menegaskan kesetaraan dalam taklif, dan tujuan kekhalifahan di bumi.
Narasi Hawa sebagai penggoda Adam dalam drama buah khuldi digugat. Yusuf Qardhawi menyebutnya sebagai pengaruh teks luar yang mereduksi martabat wanita.
Al-Quran tidak pernah secara eksplisit menyebut asal perempuan dari tulang rusuk. Sebaliknya, ayat-ayat awal surat An-Nisa dan Al-Hujurat menekankan bahwa manusia diciptakan dari nafs wahidahjiwa yang satu.
Dalam kerangka itu, perdebatan tentang Adam dan evolusi menjadi sampingan. Tujuan utamanya adalah: bagaimana manusia menyadari siapa dirinya, dari mana ia datang, dan ke mana ia kembali.
Dalam surat Al-Araf ayat 20 hingga 27, terselip pelajaran yang nyaris terlupakan: bahwa menutup aurat bukan sekadar kewajiban syariat, melainkan dorongan kodrati.
Mengapa ketika Hawa telah memakan buah pohon itu pakaiannya tidak terlepas saat itu juga, sementara ketika Adam memakannya, seketika itu juga pakaiannya terlepas?
Adam suka meminum arak tatkala tinggal di surga. Apabila dia meminumnya, maka dia mendapat kebahagiaan yang bertambah. Barang siapa meminum arak dunia, maka dia tidak akan bisa meminum arak dari surga.
Dalam al-Qur'an tidak ditemukan ayat yang menyebutkan cerita tentang asal-usul kejadian perempuan. Hanya ada beberapa riwayat yang kontroversi menceritakan asal-usul keberadaan kejadian perempuan.
Para mufasir berbeda pendapat, siapa sebenarnya yang dimaksud dengan diri yang satu (nafs al-wahidah), siapa yang ditunjuk pada kata ganti (dhamir) dari padanya (minha), dan apa yang dimaksud pasangan (zawy).
Agama-agama yang termasuk di dalam kelompok Abrahamic religions, yaitu Agama Yahudi, Agama Kristen, dan Agama Islam menyatakan bahwa laki-laki (Adam) diciptakan lebih awal dari pada perempuan.