LANGIT7.ID, Sidrap - Masjid ini tak hanya berbentuk piramida. Tapi juga unik karena berdiri dengan disanggah batang cabai. Masjid tertua di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu berdiri pada 1016 H atau 1609 M.
Dikutip dari sulsel.kemenag.go.id, masjid yang diberi nama Masjid Jerrae itu masih berdiri sampai sekarang. Karena usianya mencapai lebih 400 tahun, Masjid Jerrae sudah mengalami beberapa kali renovasi.
Namun, hingga kini, tiang penyangganya diklaim masih asli yang terbuat dari batang cabai. Warga Sulsel menyebutnya batang ladang. Ciri khas dan keunikan itulah yang menjadikan Masjid Jerrae menjadi salah satu ikon wisata religi di Sidenreng Rappang atau Sidrap.
Masjid Tua Jerrae dibangun di atas area seluas 21x21 meter persegi. Bagian atasnya bersusun tiga, mirip bangunan masjid Demak. Konon, empat buah tiang penyanggahnya terbuat dari kayu cabai. Empat tiang berada tepat di posisi tengah berdiameter 35 centimeter (cm). Sebanyak 20-an tiang lainnya berdiameter 20 cm.
Sumber-sumber literatur mengenai keberadaan masjid unik ini memang belum banyak. Namun, cukup masyhur diberitakan karena keunikannya dari batang cabai. Masjid ini dibangun oleh Addaowang Sidenreng La Patiroi di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae.
La Patiroi membangun masjid tersebut bersama Syekh Bojo (Syekh Abdul Rahman) dan Nene Mallomo. Daerah tersebut dahulunya menjadi pusat pemerintahan kerajaan Sidenreng Rappang. Saat itu sudah banyak rakyat yang memeluk Islam.
Usia Masjid Tua Jerra’e hampir seusia dengan Masjid Tua Katangka di Kabupaten Gowa. Dibandingkan dengan Masjid Tua Jerra’e ini, Masjid Katangka di Gowa jauh lebih terkenal karena usinya lebih tua dibandingkan semua masjid di pulai tersebut.
Sebuah prasasti menginformasikan bahwa Masjid Katangka dibangun pada tahun 1603. Namun, beberapa sejarawan meragukan informasi ini. Pendapat lain mengatakan masjid dengan nama Masjid Al-Hilal ini dibangun pada awal abad ke-18. Masjid Al Hilal Katangka dulunya merupakan masjid Kerajaan Gowa yang berada di kompleks makam Sultan Hasanuddin.
Pada 2018 lalu, warga Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, berkumpul untuk menggelar syukuran atas renovasi Masjid Jerrae. Kegiatan itu dirangkaikan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, Sabtu (15/12/2018). Renovasi besar-besaran dilakukan atas persetujuan para tokoh masyarakat, pemuka agama, dan unsur pemuda di Desa Allakuang.
(asf)