LANGIT7.ID, Ankara - Menteri Pertanian dan Kehutanan Turki, Bekir Pakdemirli, mengkonfirmasi semua kebakaran hutan di seluruh wilayah Turki sudah berhasil dikendalikan. Namun, banjir bandang menerjang wilayah Turki bagian utara akibat hujan lebat, dekat Laut Hitam pada Rabu (11/8) waktu setempat.
Ketinggian air mencapai empat meter di beberapa wilaya sebelum kembali turun dan meluas ke area sejauh 240 kilometer.
Pakdemirli mengatakan, Turki bergerak bersama relawan, LSM, petugas pemadam kebakaran, dan pemerintah kota menanggulangi kebakaran hutan. Secara keseluruhan, 129 kebakaran yang terjadi di lebih dari 30 provinsi telah berhasil dipadamkan.
Kebakaran itu disebabkan dipicu angina kencang disertai panas di atas 104 derajat Fahrenheit dan kelembaban sangat rendah. Berkat kerjasama semua pihak, kebakaran tersebut berhasil dikendalinkan.
Baru saja kebakaran terkendali, banjir melanda negara itu. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki (AFAD) pada Jumat (13/8/2021), Terdapat 38 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut, dengan rincian 32 orang meninggal di Provinsi Kastamonu dan enam lainnya di kawasan Sinop.
Pemerintah setempat melaporkan, hampir 200 desa tanpa listrik hingga Jumat. Sementara layanan cuaca memperkirakan hujan akan terus mengguyur daerah-daerah terdampak hingga akhir pekan ini.
Perubahan IklimPara ilmuwan berpendapat, bencana alam seperti itu akan menjadi lebih intens dan sering terjadi karena pemanasan global. Belum lama ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan soal perubahan iklim, terutama terkait tingkat gas rumah kaca dunia yang cukup tinggi dan berdampak pada gangguan iklim selama beberapa dekade.
Pemanasan 1,1 derajat Celcius yang sudah tercatat itu disebut-sebut memicu kondisi buruk, seperti kebakaran di Turki, Yunani, dan Amerika Serikat.
(Sumber: Anadolu Agency)(jqf)