LANGIT7.ID, Semarang - Gunung Telomoyo berada di antara Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Gunung yang kemudian dikenal menjadi destinasi Puncak Telomoyo ini menjadi salah satu gunung di Jawa Tengah yang banyak menyedot wisatawan, tidak hanya lokal, tapi juga dari mancanegara.
Tidak seperti gunung pada umumnya yang harus melewati jalan setapak, di gunung yang memiliki ketinggian 1.894 mdpl tersebut, justru memilki jalur beraspal yang sangat mulus melewati Sepakung Banyibiru. Lebarnya sekitar 5 meter dan bisa dilewati dua mobil dari berlawanan arah, meski harus hati-hati karena terlalu mepet.
Untuk bisa mencapai lokasi puncak, Sahabat Langit7 bisa melewati Jalur Getasan, Kabupaten Semarang dan Dalangan, Kabupaten Magelang. Lalu alternatif lain lewat Dusun Pager Gedog, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Di jalur Banyubiru, saat ini ditarik retribusi Rp20.000 sekali masuk. Warga setempat juga memanfaatkan layanan jasa ke puncak dengan menyewakan sepeda motor.
Gunung Telomoyo banyak dikunjungi wisatawan, khususnya pada akhir pekan atau liburan. Soal kuliner, jangan khawatir karena banyak kafe dan juga lapak warung yang ramah di kantong di sepanjang jalan. Akan tetapi, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) lapak dan kafe ditutup.
Baik jalur Dalangan maupun Banyubiru, banyak titik spot foto yang
instagramable dengan latar pemandangan yang sangat menawan. Tak heran, pada hari-hari tertentu jalur Dalangan dan Banyubiru sering macet, karena padatnya kendaraan yang akan menuju ke puncak
Meski aksesbilitas jalur di sana sudah bagus, tapi harus tetap berhati-hati, karena juga melewati jalan berkelok dengan jurang di sekitarnya. Di jalur menikung di tepi-tepi jurang, saat ini sudah ditembok pendek. Suasana akan semakin tambah syahdu, karena ketika menjelang sore, jalanan menuju puncak akan diselimuti kabut.
Wisatawan asal Semarang, Ardi Widodo mengatakan, dari puncak Gunung Telomoyo, pengunjung bisa menyaksikan panorama beberapa gunung, seperti Gunung Merbabu, Gunung Merapi,dan Sindoro-Sumbing. Selain itu, danau Rawa Pening juga sangat jelas dari puncak.
“Untuk bisa melihat sunrise, bisa disaksikan antara pukul 05.15 sampai pukul 05.30 WIB. Kadang juga beda waktunya, tidak selalu jam-jam itu. Di sana, unggulannya adalah viewnya yang sangat indah,” kata Ardi, Sabtu (14/8).
Baca juga:
Mayangsari River Tubing, dari Area Cuci Truk kini jadi Destinasi Wisata AlternatifMulusnya aspal di sana sehingga bisa dilalui sepeda motor dan mobil untuk sampai ke puncak, bukan suatu yang kebetulan. Dulu jalan di sana tidak sebagus seperti sekarang ini. Berawal ketika ada even besar, kejuaraan Gantole tingkat internasional di Gunung Telomoyo, banyak masukan dari peserta agar akses menuju ke puncak di perbaiki.
“Ini direspon oleh Pak Ganjar Pranowo dan Pemkab Semarang. Sekarang aksesnya mudah, hanya butuh 20-30 menit naik motor lewat Banyubiru, sudah bisa sampai puncak,” ujarnya.
Ardi mengaku pernah bertemu dengan wisatawan asal Jepang dan Australia, saat berada di Puncak Telomoyo. Pelancong dari luar negeri berstatus mahasiswa itu sedang berada di Yogyakarta, dalam rangka ajang pertukaran mahasiswa.
“Saya sudah ke Gunung Telomoyo antara 4 sampai 6 kal,” ucapnya.
Pengunjung lainnya, Bowo Pribadi mengatakan, jalur Getasan lebih landai dibandingkan dengan Banyubiru. Akan tetapi aksesnya kurang bagus, karena harus melewati jalan yang rusak. Di jalur ini, pendaki maupun wisatawan, harus melewati jalan makadam. Berbeda dengan Banyubiru, yang lebih bagus tapi jalurnya ekstrim, kanan dan kiri jurang.
“Untuk menuju Dusun Pager Gedog, desa terakhir Gunung Telomoyo, juga harus melewati jalur dengan kemiringan 45 derajat. Ini bisa disiasati dengan melewati Desa Wirogomo Banyubiru, yang lebih landai, sama-sama menuju Dusun Pager Gedog” kata Bowo.
(sof)