Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home community detail berita

Potret Mualaf di Pelosok Kalimantan, dari Tak Punya Alquran hingga Pakaian Ibadah (1)

Muhajirin Senin, 05 Juli 2021 - 17:13 WIB
Potret Mualaf di Pelosok Kalimantan, dari Tak Punya Alquran hingga Pakaian Ibadah (1)
ilustrasi anak mengaji (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID - Kesejahteraan dan pemahaman ilmu agama para mualaf di pelosok Indonesia harus mendapat perhatian lebih. Perhatian terhadap mualaf tak sekedar membimbing bersyahadat, tapi ada tanggung jawab lebih guna membawa mereka ke dalam Islam yang utuh.

Ustaz Sultan Ma'ruf pembiana mualaf di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Berau, Kalimantan Timur mengatakan, pemahaman masyarakat terkait pengucapan syahadat bagi seorang mualaf merupakan tujuan akhir merupakan hal yang keliru. Ada proses yang lebih dari itu.

"Kami tidak semata-mata melakukan pembinaan di dalam masjid saja, karena rupanya dalam bentuk pembinaan dalam masjid saja tidak membuahkan hasil yang maksimal. Ternyata berdakwah itu, selain di dalam masjid, kita juga harus banyak berkoordinasi di luar masjid," kata Sultan saat berbincang dengan LANGIT7.ID melalui sambungan telepon, Kamis (1/7/2021).

Sultan membuktikan pernyataan tersebut dengan membuat komunitas Persatuan Mualaf Biatan Bapinang bersama 34 sahabatnya. Melalui komunitas itu, dia membimbing, menjaga, dan melindungi para muallaf.

Tidak bisa dipungkiri, banyak mualaf yang menghadapi ragam persoalan, mulai masalah keluarga hingga terhimpit masalah ekonomi. Maka itu, prosesi pembinaan mutlak dibutuhkan. Perlu ada mekanisme yang baku guna mempermudah mualaf untuk menjadi muslim seutuhnya.

Biatan Bapinang merupakan kampung dengan jumlah mualaf paling banyak. Maka itu, tak heran jika Sultan fokus membina para mualaf, baik secara ruhani, jasmani, maupun ekonomi.

Awal Mula Datang, Masjid Serupa Bangunan Tua nan Sepi

Sultan lahir di Sulawesi Tenggara medio 1986 lalu. Kini, ia menetap di Biatan Bapinang setelah hijrah dari Sulawesi pada 2019. Pendidikan selepas sekolah dasar dia tempuh di Sinjai, Sulawesi Selatan.

Sejak pertama kali datang di Biatan Bapinang, Sultan mengaku terkejut dengan kondisi masyarakat setempat. Ada masjid, tapi sepi. "Pada saat itu kami melihat masjid vakum, tinggal tertidur. Ketika salat lima waktu, kami yang azan, kami yang qomat, kami yang imam. Jadi semua kami borong pahalanya," tutur dia.

Dari situlah terbesit ide untuk membuat komunitas di daerah tersebut. Awalnya mereka tak punya nama komunitas. Hanya bergerak mengajak pada kebaikan. Sebagai langkah pertama, mereka menargetkan anak-anak yang tinggal di sekitar masjid.

Sultan mengajak mereka untuk belajar mengaji di masjid. Selain itu, dia mengajak bocah-bocah tersebut mentadabburi alam sekitar. "Kami ajak ngaji kalau sore, hari Ahad kami jalan santai. Kami namakan Jalan Sehat Bersama Anak-Anak," ucapnya.

Awal mula berjalan, ada 40 anak yang ikut belajar. Lalu saat berjalan hingga 8 bulan, total anak sudah mencapai 92 orang. Itu merupakan pencapaian yang fantastis.

Tak hanya fokus pada anak-anak, Sultan juga menggunakam waktu luang untuk bercakap dengan masyarakat setempat. "Kami melihat ada kebiasaan di Kampung Batanpinan, tanam padi gunung. Tanam padi gunung itu mereka campur antara muslim dan nonmuslim. Kami mencoba untuk ikut ke sana. Ikut ke sana panas matahari bersama, makan minum bersama di kebun," ucapnya.

Meski pendatang, masyarakat setempat rupanya tertarik dengan senang pola interaksi Sultan bersama sahabatnya. Dari situ, mereka tertarik untuk ke masjid dan belajar mengaji, serta ilmu-ilmu agama lainnya.

Keindahan ahlak memang menjadi media dakwah paling ampuh. Keramahan yang ditunjukkan Sultan bersama sahabatnya membuat beberapa nonmuslim tertarik belajar agama Islam, dan bahkan bersyahadat. (bersambung)

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)