LANGIT.ID, Jakarta - Masjid
Jakarta Islamic Centre menggelar kegiatan pembelajaran bagi kreatif muda Indonesia. Ada program broadcasting school untuk mengasah talenta generasi muda.
Jakarta Islamic Centre Broadcasting School (JICBS) yang sudah berjalan sejak 2013. Terdapat 12 mata kuliah jurnalistik yang mengasah talenta muda untuk dapat terjun ke media.
Kepala Sub Divisi Penyiaran sekaligus Direktur Jakarta Islamic Center Broadcasting School, Ade Suhandi mengatakan, jurnalistik televisi menjadi salah satu mata kuliah penting dalam JICBS.
"Karena kita menghadirkan jurnalistrik andal dan publik speaker yang andal. Jadi mereka pas sudah terjun ke lapangan sudah memiliki basic kuat ditunjang tenaga pengajar yang praktis," ujar Ade, dalam wawancara dengan Langit7.id, Ahad (18/9/2022).
Ade mengatakan, salah satu tenaga pengajar dari JICBS berasal dari kalanagan milenial, yakni Yasir Nene, salah satu News Anchor ternama Indonesia.
"Jadi ini dengan kemampuan dia (pengajar) mengemas kelas dan praktikum juga tepat sehingga apresiasi kita dapatkan dari seluruh mahasiswa. Ini menjadi modal kami untuk melanjutkan mata kuliah selanjutnya yang tentu berkaitan dengan jurnalistik dan publik speaking," kata Ade.
Ade menegaskan, dari 12 mata kuliah yang tersedia, JICBS menyediakan berbagai fasilitas, sesuai dengan kemampuan mahasiswanya.
"Dari 12 mata kliah yang berbeda kami punya tools untuk basic mahasiswa yang berbeda-beda. Ada ayang kemampuannya di verbal maka kita fasilitaskan dengan publik speaking. Sementara itu, untuk menulis juga. Ada mahasiswa kami kemampuannya menulisnya sudah mencapai 99 persen dan diakui dosen pengampunya," tutur Ade.
Dari 12 mata kuliah yang ada di JICBS, berkaitan dengan broadcast, public speaking, photography, jurnalistik, desain grafis, optimasi sosial media, hingga memelajari event organizer.
"Dari setiap perkuliahan kita kasih nilai plus agar mereka semakin tarasah kemampuannya di bidang yang menjadi passion mereka agar memiliki nilai karya dan siap terjun ke lapangan untuk dituangkan ke media atau mereka membuat media sendiri," ucap Ade.
(bal)