LANGIT7.ID, Jakarta - Kiprah timnas Italia dibawah allenatore Roberto Mancini kian menunjukkan hasil yang luar biasa. Mancini berhasil menunjukkan kepada dunia Italia bisa berkembang meski hanya bermodalkan pemain muda.
Mancio, sapaan akrabnya, ditunjuk menjadi pelatih utama
Gli Azzurri menggantikan Giampiero Ventura yang gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Kendati banyak pihak yang meragukan kualitasnya,
Mancio kemudian membungkam publik dengan hasil gemilang.
Berkat tangan dinginnya,
Gli Azzurri tidak terkalahkan sejak September 2018 dan mengantarkan Italia masuk Piala Eropa 2020. Delapan kemenangan berturut-turut pun diraih usai lolos dengan meraih 10 kemenangan dari 10 pertandingan yang tersedia.
"Tujuan awalnya adalah untuk membawa orang-orang kembali ke Nazionale, setelah mereka menjauh dari tim mereka. Kami mencoba memberikan perubahan mental. Para pemain dengan cepat menyadari jika Anda tidak kompeten," katanya kepada serial dokumenter
RAI Sport Sogno Azzurro.
"Saya menemukan banyak pemain dengan karakter kuat, tidak hanya Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, tetapi juga Jorginho dan Nicolo Barella, misalnya. Jika mereka tahu apa yang harus dilakukan, lebih mudah untuk tetap berhubungan dengan mereka," ungkapnya.
Mancini ditunjuk menjadi pelatih
Gli Azzurri usai Giampiero Ventura gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2018. Dia pun menjelaskan alasan mengapa dirinya menerima pekerjaan di Italia.
"Saya menerima pekerjaan itu karena hidup saya selalu menjadi tantangan. Saya juga merasakan dorongan untuk menebus fakta, bahwa terlepas dari kualitas yang saya miliki sebagai pemain, saya tidak pernah memenangkan apapun bersama Italia. Saya bermain 20 tahun di level atas, sehingga memungkinkan saya untuk menyampaikan pengalaman saya kepada para pemain," ujarnya.
"Aturan pertama adalah mencetak gol dan tidak kebobolan, tetapi elemen fundamentalnya adalah menciptakan semangat tim. Itulah mengapa semuanya berjalan dengan baik sejauh ini," ucapnya.
Selain itu, Mancio juga memperkenalkan gaya sepak bola yang lebih menyerang. Hal itu langsung terlihat saat laga persahabatan melawan Belanda.
"Saya pikir itu memuaskan bagi semua orang untuk mendengar diri kami dipuji oleh Belanda untuk gaya
sepak bola kami, setelah mendominasi mereka di kandang mereka sendiri, terutama setelah 100 tahun disebut defensif. Kami harus memberikan segalanya untuk membawa Italia kembali ke puncak dunia," ungkapnya.
Diketahui, Italia sukses menembus babak semifinal Piala Eropa 2020 usai mengalahkan Belgia 2-1. Pada babak penyisihan, Italia tidak terkalahkan di Grup A tanpa sekalipun kebobolan. Hanya saja, Italia tampil kikuk di Babak 16 Besar Piala Eropa 2020 saat jumpa Austria.
Mereka dipaksa bermain hingga 120 menit. Untungnya, pada menit ke-95 Federico Chiesa berhasil merobek jala lawan dan pada menit ke-105 giliran Matteo Pessina mencetak gol kedua untuk Italia. Pada menit ke-115, Sasa Kaladjzic mampu memperkecil kekalahan menjadi 1-2. Di babak semifial, startegi Mancini bakal dijajal Spanyol yang saat ini digawangi Luis Enrique.
(asf)