LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota
Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo turut menanggapi rencana pemerintah untuk mengganti gas LPG 3 kg menjadi kompor listrik. Rencana tersebut dianggap tidak memikirkan nasib rakyat kecil.
"Hendaknya pemerintah lebih bijak dalam membuat kebijakan. Rakyat sedang sulit, jangan dipersulit hidupnya dengan kebijakan yang memberatkan. Seharusnya negara tidak berpikir untung rugi demi rakyat," kata Sartono kepada wartawan, Jumat (23/9/2022).
Baca Juga: Konversi Elpiji 3 Kg ke Kompor Listrik Tak Diberlakukan Sampai Akhir 2022Sartono mengatakan
konversi gas tersebut tidak sesederhana dengan hanya memberikan kompor listrik. Terlebih, pengguna gas 3 kg sebagian besar didominasi oleh masyarakat kecil.
"Penggantian gas 3 kg ke kompor listrik tidak dapat dilakukan dengan maksimal karena daya listrik tidak memadai. Ada banyak hal yang perlu dipikirkan dan kenyataan bahwa pengguna gas 3 kg ini merupakan rakyat kecil," ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2021, lanjut Sartono, 97 persen pengguna listrik rumah tangga merupakan golongan R1 di mana sebagian besar berlangganan di bawah 1300 watt dengan daya maksimal golongan R1 adalah 2200 watt. Sementara kompor listrik memiliki daya sebesar 1000 watt
Baca Juga: Hemat APBN, PLN Siap Konversi LPG ke Kompor Induksi"Diberikan kompor 1000 watt, selesai sudah. Terutama 24,3 juta rakyat kecil dengan daya listrik 450 watt dan 8,2 juta konsumen rumah tangga yang menggunakan listrik 900 watt sudah pasti tidak sanggup untuk menyalakan kompor tersebut," lanjut Sartono.
Legislator Partai Demokrat itu mengklaim mendapatkan aspirasi dari ibu-ibu, di mana
kompor listrik bertipe induksi lebih aman dan canggih. Akan tetapi, kompor tersebut membutuhkan peralatan masak yang sesuai untuk bisa digunakan.
"Apabila hanya menggunakan peralatan masak biasa, sudah dipastikan tidak akan optimal. Apakah pemerintah mau memberikan peralatan masak yang sesuai dengan kompor tersebut? Percuma diberikan kompor apabila tidak dapat digunakan," ucapnya.
Baca Juga: Negara Hemat hingga Rp 27,3 TriliunSelain itu, Sartono juga menuturkan bahwa gas LPG 3kg banyak digunakan para pelaku UMKM seperti pedagang jajanan keliling, pedagang gorengan dan pedagang kaki lima. Jika gas tersebut ditiadakan dan diganti dengan kompor induksi, maka para pedagang akan kesulitan untuk melanjutkan usahanya.
"Apabila pemerintah tidak peduli dengan nasib mereka, maka dapat dipastikan mereka terpaksa menggunakan gas non subsidi yang berakibat kenaikan pada harga jual mereka. Pada akhirnya ini akan menekan rakyat selaku konsumen dari produk mereka," tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah berencana membagikan paket kompor listrik untuk rumah tangga. Wacana yang akan direalisasikan tahun ini menjadi bagian dari program konversi kompor listrik dari kompor gas elpiji 3 kilogram. Paket tersebut rencananya akan dibagikan kepada 300.000 orang secara gratis.
Baca Juga:
Konversi LPG ke Kompor Induksi, PLN: Kami Sudah Siap
PLN Terus Dorong Electrifying Lifestyle(asf)