LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 2 lender
Tanifund yang merasa dirugikan karena Platform financial technology (fintech)
pear to pear lending mengalami masalah akibat proyeknya macet.
Mereka adalah Pringadi Abdi Surya dan William Sumoro. Pengakuan keduanya itu diunggah dikanal YouTube Pringadi Surya pada 6 Juli 2022 lalu.
"Aku sendiri masih ada 12 proyek plus satu yang ada di Tanifund. Satu proyek ini sudah dalam status dibayar asuransinya," kata Pringadi dikutip Senin (26/9/2022).
Baca Juga: Proyek Diduga Macet, Tanifund Gagal Bayar InvestorNamun kata Pringadi, masalah pembayaran asuransi tersebut tidak sesuai dengan yang dijanjikan Tanifund sebelumnya. Dari 80 persen yang dijanjikan, asuransi hanya dibayar sekitar 30 persen.
William menambahkan, pihaknya merasa tertipu dengan TKB90 Tanifund. Dia menduga nilai TKB90 Tanifund telah direkayasa.
Sebagai informasi TKB90 merupakan tingkat keberhasilan penyelenggara P2P Lending memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu hingga 90 hari sejak jatuh tempo.
"Mungkin karena masalah manajemen, dan kemungkinan TKB90nya dipoles cantik," kata William.
Sebelumnya sampai September 2021, TKB90 Tanifund masih berada diangka 100 persen. Namun, kini disebut sudah terjun bebas dan berada di angka 59 persen akibat proyek macet.
"Ditambah lagi manajemen internalnya cukup berantakan. Mungkin juga ada pergantian personel yang bertanggung jawab," ujar William.
Langit7 sudah mencoba menghubungi pihak Tanifund yakni Eka Pamitra, President dan Co-Founder Tani Group untuk mengonfirmasi masalah ini. Namun yang bersangkutan masih belum merespons lebih lanjut.
(bal)