LANGIT7.ID, Jakarta - Ada sejumlah deretan keanehan soal kasus gagal bayar platform digital peer to peer landing,
Tanifund. Para lender merasa dirugikan dengan kasus tersebut.
Para lender menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh Tanifund. Namun informasi yang beredar karena adanya sejumlah proyek yang macet.
Beberapa hal keanehan ini disampaikan oleh 2 lender Tanifund, Pringadi Abdi Surya dan William Sumoro. Mereka mengunggah percakapan soal kasus gagal bayar Tanifund di kanal YouTube Pringadi Surya pada 6 Juli 2022 lalu.
Baca Juga: Proyek Diduga Macet, Tanifund Gagal Bayar InvestorBerikut Langit7 rangkum dugaan para lender terkait keanehan kasus gagal bayar Tanifund:
1. Fabrikasi TKB90;
2. Gelapnya transparansi realisasi proyek;
3. Manajemen buruk;
4. Lender tak diperkenankan mengetahui borrower;
5. Tak berlakunya Relationship Manager yang baru diberitakan kepada lender sebulan setelah diberlakukan;
6. Pindahnya kantor Tanifund ke co-working space;
7. Beberapa top management pindah kerja;
8. Isu kredit assessment Tanifund bermasalah.
Menurut Pringadi dan William dalam diskusi yang dilakukan secara virtual itu, beberapa poin di atas menjadi hal yang paling disoroti oleh para lender.
Mereka mengaku belum mendapatkan penjelasan langsung dari pihak Tanifund terkait masalah ini. Langit7 pun telah menghubungi Tanifund, tapi sampai tulisan ini diturunkan belum ada respons dari perwakilan lembaga tersebut.
(bal)