LANGIT7.ID, Jakarta - Bek timnas Italia, Francesco Acerbi mengungkapkan alasan negaranya gagal lolos ke
Piala Dunia 2022. Dia menilai
Gli Azzurri bermain kurang rendah hati saat menghadapi lawannya, khususnya Makedonia di babak
playoff.
Italia menelan kekalahan menyakitkan dari
Makedonia Utara dengan skor tipis 0-1 di laga final
playoff Piala Dunia 2022 bulan Maret lalu. Gol kemenangan Makedonia saat itu dicetak Aleksandar Trajkovski pada menit ke-90+2'.
Baca Juga: Southgate Siap Dipecat Jika Gagal Bawa Inggris Juara Piala Dunia 2022Kekalahan ini praktis membuat
Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain itu, hasil tersebut menjadi kegagalan kedua Italia lolos ke Piala Dunia kedua berturut-turut meski berstatus Juara Piala Eropa 2020.
Pasca kegagalan tersebut, nama pelatih Roberto Mancini kian disorot. Namun, Mancio, sapaan akrabnya, ogah lempar handuk meletakkan jabatannya dan memilih bertahan.
Kini,
Azzurri sedang menjalani turnamen
UEFA Nations League dengan hasil yang cukup baik. Italia berada di posisi kedua dengan koleksi delapan poin dari lima laga. Teranyar, Italia mengalahkan Inggris 1-0 berkat gol tunggal Giacomo Raspadori pada hari Sabtu (24/9).
Acerbi turut menanggapi kemenangan yang diraih
Azzurri atas Inggris tersebut. Menurutnya, Italia tidak seharusnya meremehkan lawan di setiap pertandingan. Hal itu yang membuat Italia pada akhirnya gagal lolos ke Piala Dunia.
Baca Juga: Laga Pembuka Piala Dunia Qatar Bakal Dimulai Satu Hari Lebih Awal"Itu adalah pertandingan yang bagus. Kami ingin menunjukkan bahwa kami masih di sini," kata Acerbi kepada
Rai Sport, dikutip dari
Football Italia, Senin (26/9).
"Mereka memiliki pemain berkualitas, tetapi kami menekan tinggi dan bermain sebagai tim, yang merupakan hal terpenting. Anda harus selalu rendah hati melawan tim-tim ini, jika tidak Anda berisiko kalah dan itulah mengapa kami tidak berada di Piala Dunia," ujar Acerbi.
Di sisi lain, bek Inter Milan tersebut juga memuji penerapan strategi baru yang ditampilkan Italia. Diketahui, Mancini beralih ke sistem 3-5-2 saat menghadapi Inggris dan
Azzurri terlihat lebih stabil di lini belakang.
"Pelatih meminta kami bermain seperti ini, sistem ini digunakan oleh 80 persen tim Serie A. Kami memiliki pemain untuk taktik ini, dan saya pikir itu berjalan dengan baik," tuturnya.
Baca Juga:
3 Aturan Ketat Qatar saat Piala Dunia, Dilarang Minum Miras hingga Kumpul Kebo
Daftar 32 Tim Peserta Piala Dunia 2022, Kosta Rika Raih Tiket Terakhir(asf)