LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia memiliki sederet masjid bersejarah, salah satunya Masjid Jami Keramat Luar Batang yang kaitannya erat dengan Habib Husein. Diperkirakan Masjid ini dibangun sekitar tahun 1739.
Masjid yang berlokasi di Jalan Luar Batang, Gang V, Penjaringan, Jakarta Utara ini memiliki kisah yang unik dari penamaannya. Berawal dari seorang pemuda Yaman bernama Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus. Sebelum menginjakan kaki di kawasan tersebut, ia berkelana sembari berdakwah ke beberapa wilayah.
Ia melakukan perjalanan dengan singgah ke beberapa tempat untuk menimba ilmu dan menyiarkan agama Islam. Destinasi pertama yang ia tempuh yakni Gujarat, kemudian dilanjutkan ke Pulau Sumatera tepatnya di Banda Aceh. Lalu kembali berkelana ke Bandar Sriwijaya dan menyebrang ke Pulau Jawa, tepatnya daerah Jawa Timur hingga terakhir Banten.
Di sejumlah daerah tersebut beliau menyebar syiar agama Islam. Bahkan konon katanya, pihak Belanda yang saat itu masih menjajah pun menyebar berita tentang Habib Husein, yang diakui sebagai pemuka agama terkemuka.
"Berita terbitan koran Hindia Belanda tahun 18-an, itu dibilang bahwa Habib Husein pensyiar Islam yang sangat termasyhur di pesisir Utara Jawa," kata Sekretaris DKM Masjid Jami Keramat Luar Batang, Daeng Mansur saat ditemui
Langit7 di halaman Masjid Luar Batang, Selasa (27/9/2022).
Baca Juga: Salat Jenazah Syekh Yusuf Qaradhawi akan Dilaksanakan di Masjid Agung QatarPersinggahan terakhir yang Habib Husein sambangi yaitu Kampung Baru, nama sebelum diganti sebagai Luar Batang. Hal menarik terjadi di sini, setelah beberapa lama menyiarkan Islam di tempat itu, Habib Husein wafat pada 1756.
Konon, saat jenazahnya hendak dikuburkan di kawasan Tanah Abang, sesampainya di lokasi penguburan, tiba-tiba jenazah Habib Husein yang semula ada dalam kurung batang hilang. Anehnya jenazah tersebut masih berada di kediamannya. Karena peristiwa tersebut, Habib Husein akhirnya dimakamkan di kediamannya.
"Karena saat sampai di pemakaman jenazah beliau tidak ada, sehingga orang bilang keluar dari kurung batang," ujarnya.
Penamaan Luar Batang pun akhirnya diterapkan menggantikan nama Kampung Baru. Tak luput nama masjid pun turut diganti, berawal dengan nama Masjid An-Nur hingga sekarang yang dikenal sebagai Masjid Jami Keramat Luar Batang.
Kini masjid tersebut telah menjadi Cagar Budaya. Arsitektur bangunan memadukan dua kebudayaan yaknigaya Eropa dan Hindu. Uniknya, kuburan Habib Husein pun berada persis di dalam Masjid tersebut yang selalu ramai didatangi peziarah setiap harinya 24 jam.
(zhd)