Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Majelis ICAO Gelar Sidang ke-41, Sektor Penerbangan Siap Bangkit Pascapandemi

Andi Muhammad Selasa, 27 September 2022 - 16:27 WIB
Majelis ICAO Gelar Sidang ke-41, Sektor Penerbangan Siap Bangkit Pascapandemi
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengembangkan peraturan dan standar umum untuk penerbangan sipil. Arahan dari ICAO ini dipatuhi oleh seluruh negara di dunia untuk memastikan pertumbuhan penerbangan sipil internasional yang aman dan teratur.

Sidang Majelis ICAO ke-41 akan digelar 27 September hingga 7 Oktober 2022 mendatang di Montreal, Kanada. Perhelatan ini akan menjadi acara terbesar organisasi tersebut sejak mulainya pandemi Covid-19.

Sidang tiga tahunan ini mengambil tema "Menghubungkan Kembali Dunia" dengan harapan penerbangan global bisa kembali pulih pascapandemi.

Baca juga: Biro Wisata di Amerika Tawarkan Wisata ke Segitiga Bermuda

"Pertemuan tersebut akan menjadi simbol untuk mendukung pemulihan sektor penerbangan. Kami menyerukan ICAO untuk mengikutsertakan Taiwan demi terwujudnya penerbangan yang lancar," kata Wang Kwo-tsai selaku Menteri Perhubungan dan Komunikasi Republik of China (Taiwan), dalam keterangan pers yang diterima Langit7, Selasa (27/9/2022).

Wang Kwo-tsai menjelaskan, ICAO merupakan forum penting di sektor penerbangan dan perkembangannya. Organisasi tersebut merupakan wadah otoritas penerbangan sipil yang membahas isu-isu, seperti keselamatan penerbangan, layanan navigasi udara, keamanan penerbangan, perlindungan lingkungan, dan ekonomi penerbangan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Taiwan’s Taipei Flight Information Region (Taipei FIR) adalah bagian dari jaringan ICAO yang memiliki lebih dari 300 FIR.

Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan (CAA Taiwan), kata dia, merupakan satu-satunya entitas yang mengawasi dan bertanggung jawab atas manajemen lalu lintas udara yang aman di seluruh Taipei FIR.

"Entitas ini menawarkan layanan informasi yang lengkap dan merampingkan rute udara untuk memastikan keselamatan semua pesawat dan penumpang yang tiba, berangkat, dan transit di Taipei FIR," jelasnya.

Baca juga: Jokowi Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Pakistan

Namun, upaya Taipei FIR terhambat oleh tindakan China belakangan ini, tepat pada Agustus 2022, China secara sepihak melakukan latihan militer di sekitar Taiwan. Hal ini mempengaruhi rute udara internasional dan membahayakan keselamatan penerbangan di Taipei FIR serta FIR negara tetangga.

Untuk menghindari bahaya dan mengatasi masalah keselamatan, CAA Taiwan harus mengambil tindakan cepat untuk menyusun rencana, dan memandu pesawat, termasuk sejumlah pesawat asing yang berangkat, tiba, atau transit di Taipei FIR.

"Situasi tersebut telah membebani maskapai penerbangan dengan biaya tambahan, karena mereka harus menempuh perjalanan yang lebih lama dan mahal, serta meningkatnya risiko keamanan yang tidak terduga," ungkapnya.

Dari perspektif manajemen risiko dan keselamatan, ICAO perlu mengizinkan CAA Taiwan untuk berpartisipasi dalam ICAO sehingga dapat berkomunikasi dengan FIR lain secara tepat waktu melalui organisasi internasional ini.

Terlepas dari pandemi parah yang telah berdampak terhadap perkembangan dunia selama dua tahun terakhir ini, CAA Taiwan telah melakukan segala upaya untuk mempertahankan rekor keamanan yang kuat dari Taipei FIR sembari mematuhi langkah-langkah antipandemi dan mematuhi standar dan rekomendasi praktik ICAO.

Lebih lanjut, dia menuturkan, dengan upaya bersama oleh pihak penerbangan sipil dan pemerintah, maskapai nasional Taiwan menjadi satu dari sedikit maskapai di seluruh dunia yang tetap menguntungkan dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

Baca juga: Bandara Halim Jakarta Kembali Layani Penerbangan per 1 September

Berdasarkan statistik Airports Council International untuk tahun 2020 dan 2021, Bandara Internasional Taoyuan Taiwan adalah bandara tersibuk keempat di dunia untuk kargo udara internasional.

Kemajuan teknologi telah menyebabkan perkembangan dan perubahan yang belum pernah terjadi dalam sejarah penerbangan. Drone (pesawat terbang nirawak) adalah salah satu contohnya.

Penggunaan drone yang lebih luas dan menimbulkan risiko potensial terhadap keselamatan penerbangan serta operasi bandara, telah mendorong ICAO untuk merevisi ketentuan dalam materi panduan terkait sistem pesawat tak berawak.

Namun, akses untuk memperoleh informasi dari ICAO sangat terbatas bagi CAA Taiwan. Meskipun demikian, CAA Taiwan telah membentuk mekanisme manajemen secara tepat waktu guna menjaga keselamatan penerbangan di dalam FIR Taipei.

Wang Kwo-tsai memaparkan, bab khusus tentang drone dalam Undang-Undang Penerbangan Sipil Taiwan mulai berlaku sejak 31 Maret 2020. Sistem aplikasi berbasis web yang disebut Sistem Informasi Manajemen Operasi Drone juga dimulai pada saat yang bersamaan.

Selanjutnya, guna menjaga keamanan pengoperasian bandara dan mendeteksi aktivitas drone ilegal, CAA Taiwan menyiapkan sistem pertahanan drone di berbagai bandara.

Selain itu, CAA Taiwan juga telah merencanakan sistem pengaturan otomatis lalu lintas udara generasi berikutnya untuk memastikan sistem manajemen lalu lintas udaranya memenuhi kebutuhan operasional Taipei FIR di masa depan.

"Taiwan bersedia berbagi pengalaman penerbangannya dengan negara lain dan berharap dapat mempelajari pengalaman mereka untuk meningkatkan keselamatan penerbangan," ujar Wang Kwo-tsai.

Seruan Taiwan untuk masuk dalam ICAO semakin mendapat perhatian dunia internasional.

Sebagai bagian penting dalam komunitas penerbangan internasional, Taiwan bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan penerbangan. Partisipasi dalam ICAO akan memungkinkan Taiwan bersama dengan semua negara lain berkontribusi dalam penerbangan global dan kesejahteraan seluruh umat manusia.

"Sekarang saatnya ICAO berhubungan kembali dengan Taiwan. Agar lebih berkontribusi dalam penerbangan sipil internasional, CAA Taiwan berharap dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaiknya dan berpartisipasi dalam Majelis ke-41 ICAO secara bermakna dan profesional untuk membantu dunia memenuhi tujuan ICAO, yakni terwujudnya jaringan yang lancar demi keselamatan penerbangan," pungkasnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)