LANGIT7.ID-Riyadh; Saudia telah membuka jalur penerbangan langsung ke Bali dengan tiga penerbangan mingguan dari Jeddah. Pembukaan jalur baru ini menandai destinasi reguler kedua maskapai tersebut di Indonesia setelah Jakarta.
Penerbangan perdana, SV856, berangkat dari Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah pada 31 Maret, dioperasikan oleh pesawat Boeing B787 Dreamliner.
Saudia menyatakan dalam rilis bahwa waktu penerbangan telah dikoordinasikan untuk terhubung dengan jaringan domestik dan internasional yang lebih luas, serta dengan layanan yang dioperasikan oleh anggota aliansi SkyTeam.
Penambahan Bali merupakan bagian dari rencana besar yang diumumkan pada Februari untuk memperkenalkan 11 destinasi baru pada 2025, termasuk Wina, Venesia, dan Larnaca, serta Athena, Heraklion, Nice, Malaga, dan El-Alamein.
Ekspansi ini terjadi seiring dengan peningkatan lalu lintas penumpang internasional Saudia sebesar 16% secara tahunan pada 2024—pertumbuhan yang sejalan dengan Strategi Pariwisata Nasional Arab Saudi, yang menargetkan 150 juta pengunjung per tahun pada 2030 dan bertujuan menciptakan 1,6 juta lapangan kerja.
Saudia berupaya meningkatkan posisi kompetitif dan konektivitas internasionalnya dengan menambahkan destinasi terjadwal maupun musiman, demikian pernyataan dalam rilis tersebut.
Rute Bali akan dilayani oleh pesawat Boeing B787 Dreamliner, yang dilengkapi teknologi canggih, hiburan dalam penerbangan yang dirancang untuk berbagai penumpang, tempat duduk yang luas, serta layanan onboard lainnya.
Saat ini, Saudia mengoperasikan armada 147 pesawat dari Boeing dan Airbus, dengan rencana perluasan kapasitas dan cakupan rute melalui penambahan 118 pesawat baru.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi jaringan 2025, Saudia juga berencana menambahkan Antalya di Turki dan Salalah di Oman, memperluas jangkauan globalnya ke lebih dari 100 destinasi di empat benua.
Langkah ini mendukung Program Konektivitas Udara Kerajaan, yang telah membuka lebih dari 60 rute langsung baru sejak diluncurkan pada 2021.
Dengan lebih dari 530 penerbangan harian, rencana pengembangan internasional Saudia bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar globalnya dan memperkuat konektivitas antara Arab Saudi dan dunia.
Menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil, operasi penerbangan di Kerajaan mencapai sekitar 905.000 pada 2024, mencerminkan peningkatan 11% secara tahunan.
Ini mencakup 474.000 penerbangan domestik dan 431.000 penerbangan internasional. Konektivitas udara meningkat 20%, menghubungkan Arab Saudi ke lebih dari 170 destinasi di seluruh dunia(*/saf/arabnews)
(lam)