LANGIT7.ID, Jakarta - Muhammadiyah dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menjalin kerja sama dalam bidang akademik. Khususnya buku-buku dari ilmuwan Indonesia ke bahasa asing.
Dalam pertemuan ini, Achyar didampingi oleh pengurus PPI dari perwakilan PPI Ceko, Tiongkok, Lebanon, Malaysia, dan Iran. Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq Mughni ditemani oleh Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, Alpha Amirrachman.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq Mughni mengatakan, membuka peluang bagi kerja sama di bidang akademik yang potensial digarap mengenai soal riset dan penerjemahan buku-buku dari ilmuwan Indonesia ke bahasa asing.
“Kami juga akan berkolaborasi dalam bidang penelitian internasional, yang saya kira ini tidak hanya menguntungkan bagi pelajar, tapi juga bagi lembaga pendidikan kita,” kata Syafiq dikutip laman Muhammadiyah, Rabu (28/9/2022).
Menurut dia, memajukan pikiran masyarakat Indonesia harus dikedepankan. Sebab Indonesia harus jadi negara yang besar dengan harkat dan martabat di kalangan internasional.
Baca Juga: Hari Santri 2022 jadi Momentum Mengembalikan Peran Pondok Pesantren“Tapi pada saat yang sama kita harus memerbaiki kondisi masyarakat dan kondisi bangsa kita. Dan sebagai pelajar internasional, tentu mereka punya pengalaman yang sangat banyak yang bisa dikontribusikan untuk pembangunan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator PPI Dunia asal PPI Tiongkok, Achyar Al Rasyid menyatakan, menerjemahkan pemikiran dari para ilmuwan Indonesia ke dunia merupakan yang yang penting. Karena selama ini, Indonesia hanya menjadi konsumen dari pemikiran asal luar negeri.
“Dulu, buku-buku dari luar diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya sekarang kita balik. Pemikiran cendekiawan Indonesia yang bagus-bagus diterjemahkan dan diterbitkan ke luar negeri,” ujar Achyar.
Achyar menuturkan, banyak program yang bisa disinergikan seiring dengan program internasionalisasi Muhammadiyah. Ia pun menilai bahwa visi Muhammadiyah selaras dengan visi PPI.
“Muhammadiyah sejalan dengan nafas kemajuan, karena pemikirannya selaras dengan kemajuan bagi umat manusia. Karena itu sejalan dengan energi para pelajar Indonesia di dunia yang belajar di tanah rantau,” katanya.
(zhd)