LANGIT7.ID, Jakarta - Pabrikan mobil asal Korea Selatan,
Hyundai, memberi gebrakan baru dalam dunia otomotif. Terobosannya itu mampu membalap dominasi mobil pabrikan Jepang.
Pada gelaran pameran otomotif
Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Hyundai menggebrak pasar otomotif Indonesia.
Hyundai berhasil merebut posisi kedua sebagai merek terlaris dengan penjualan 3.619 unit mobil berdasarkan surat pemesanan kendaraan (SPK).
Berikut fakta-fakta Hyundai hingga berhasil mencapai posisi kedua sebagai merek mobil terlaris di bawah Toyota yang mencatatkan SPK sebanyak 5.434 unit.
1. Didirikan Chung Ju-Yung sejak 1947Hyundai didirikan oleh Chung Ju-Yung pada tahun 1947. Namun, perang Korea Selatan dan Korea Utara selama tiga tahun pada 1950-1953 harus menghancurkan harapan dan rencana bisnis Chung Ju-Yung.
Mimpi Chung Ju-Yung akhirnya berlanjut, dia bekerja sama dengan Ford Motor Company dan merilis mobil pertamanya, Ford Cortina. Mobil ini menjadi yang terlaris di Inggris pada tahun 70-an.
2. Kelahiran Hyundai Pony Di tahun 1974, Chung Ju-Yung mulai berani mengembangkan mobil buatannya. Dia mengajak enam insinyur dari Eropa yang menguasai tentang rancangan body, sasis, dan uji kendaraan.
Hingga pada Oktober 1974, Hyundai Pony diperkenalkan dan diproduksi secara massal. Pony bertahan sebagai produk andalan Hyundai dan mendapat julukan mobil untuk rakyat.
3. Jadi Mobil TerlarisPada 1976, Pony mulai masuk ke pasar internasional. Beberapa negara yang turut mendatangkan Pony, di antaranya seperti Chile, Argentina, dan Mesir, kemudian Belgia, Belanda, dan Yunani.
Hingga pada tahun 90-an Hyundai mampu mengejar para pemain tua, seperti produsen mobil Amerika dan Jepang yang telah mapan pada saat itu. Di tahun pertamanya masuk ke pasar Amerika Serikat, Pony berhasil terjual 168.000 unit dan menjadi rekor mobil terlaris sepanjang masa pada saat itu.
4. Tahun-Tahun Mendapat ReputasiSempat diolok-olok karena minimnya inovasi, di tahun 2004 Hyundai kembali dengan berbagai gebrakannya. Hyundai mengalami peningkatan penjualan drastis dan reputasinya pun kian membaik.
Berkat kebijakan pemerintah Korea Selatan yang membatasi arus masuk investasi asing, membuat perusahaan mobil lokal punya kesempatan untuk meningkatkan kualitas produknya. Dengan sedikit pesaing dari asing akhirnya mereka mampu mendominasi pasar domestik.
5. Dikenal GlobalDalam dekade pertamanya, Hyundai terus berkembang pesat hingga menguasai 54 persen pangsa pasar Korea Selatan pada 1977. Hyundai juga terus membuktikan bahwa mereka mampu masuk dalam kelas dunia.
Hyundai Motor Group banyak berinvestasi dalam kualitas, desain, manufaktur, dan penelitian. Hingga tahun 2001 berdiri Pusat Desain Eropa Hyundai, berselang dua tahun kemudian didirikan pula Pusat Teknis Hyundai Motor Eropa, dan juga Pusat Desain Namyang.
Sejak itulah Hyundai berfokus pada kemampuan inovasi teknologi sebagai respon terhadap selera masyarakat. Hal itu juga yang membuat Hyundai terus berkembang di pasar Asia Pasifik.
6. Kendaraan Ramah LingkunganDi tahun 1991, Sonata Electric Vehicle diluncurkan. Kendaraan ini merupakan prototipe mobil listrik pertama Hyundai.
Dengan berbasis tipe bodi sedan, teknologi baterainya Sonata ini menawarkan jangkauan sejauh 80 kilometer dengan kecepatan tertinggi 60 km/jam.
Setahun kemudian, Hyundai kembali menampilkan EV Basis Pony Excel, disusul pula pada tahun-tahun berikutnya dengan kemunculan Sonata kedua dan Hyundai Coupe. Kedua mobil listrik ini memiliki jangkauan dan kecepatan yang lebih baik.
7. Pengembangan Teknologi BateraiDi tahun 1995, Hyundai membuka pusat penelitian dan pengembangan di Namyang yang berfokus pada pengembangan teknologi baterai. Dari situ lahirlah Hyundai Accent dengan jangkauan 390 kilometer dan kecepatan tertinggi hingga 140 km/jam.
Dua dekade melakukan penelitian, pada akhirnya lahirlah Hyundai BlueOn pada September 2010. Kendaraan ini menjadi mobil listrik pertama yang diproduksi untuk kepentingan komersil.
BlueOn memiliki jangkauan 140 kilometer dan kecepatan tertinggi 130 km/jam. Dengan waktu pengisian selama enam jam.
8. Mobil Listrik ModernBerselang enam tahun kemudian, tepatnya pada 2016 Hyundai memperkenalkan Ioniq. Dua tahun kemudian, Hyundai kembali meluncurkan SUV compact pertama di dunia, Kona Electric.
Sejak itulah, Hyundai memantapkan dirinya sebagai pionir di industri otomotif dalam hal mobilitas masa depan ramah lingkungan. Hal itu dapat dilihat dari kampanye progress, yaitu semangat untuk terus berinovasi.
9. Posisi PuncakMemasuki tahun 2020, Hyundai terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin eco mobility. Bahkan, pada Maret 2022 lalu mereka menunjukkan roadmap strategis untuk mempercepat ambisi elektrifikasinya.
Hyundai yang berhasil mempercepat transisinya ke elektrifikasi mampu menjadi pemimpin global. Bahkan, Hyundai disebut akan memperkuat line-up mereka, khususnya dalam hal battery electric vehicle (BEV).
10. Target Masa DepanPenjualan tahunan BEV ditingkatkan menjadi 1,8 juta unit pada tahun 2030 dari 560.000 unit pada tahun 2025. Mereka bermaksud mengambil tujuh persen pangsa pasar BEV secara global dengan memperkenalkan 17 model untuk memperluas spektrum EV Hyundai di tahun 2030.
(bal)