Fantastis, Kerugian Inter Milan Musim Lalu Capai Rp 2 Triliunan
Garry Talentedo KesawaKamis, 29 September 2022 - 08:35 WIB
Kiper jebolan akademi Barcelona La Masia Andre Onana resmi menandatngani kontrak dengan klub Raksasa Italia Inter Milan. Foto: Istimewa
LANGIT7, Milan - Inter Milan dikabarkan Calciomercato, Kamis (29/9/2022) mengumumkan menelan kerugian sebesar 140 juta euro (Rp2,04 triliun) selama musim 2021-2022. Nilai tersebut menjadi yang paling besar dalam sejarah klub akibat pandemi Covid-19.
Kerugian tersebut akibat pembatasan sosial terkait pandemi yang masih berlaku selama paruh pertama musim lalu. Angka penurunan pendapatannya pun cukup fantastis, yakni mencapai 105 juta euro atau lebih rendah dari kerugian musim sebelumnya.
Pendapatan juga naik 75 juta euro pada musim sebelumnya menjadi 439,6 juta euro. Inter menyatakan, pada akhir musim 2019-2020 (yang memasuki tahun keuangan berikutnya setelah pandemi melanda Eropa), peningkatan pendapatan mencapai 140 juta euro.
Suning yang memiliki Inter secara resmi telah menyatakan komitmennya mendukung grup dengan menutupi kerugian klub. "Dua tujuan utama klub tak tergoyahkan, yakni mempertahankan daya saing tim pada level tertinggi dalam setiap kompetisi dan memperkuat posisi keuangannya," dengan bunyi pernyataan klub berjuluk Si Ular Besar.
Sementara, seteru berat Inter di Serie A, Juventus justru mencatat kerugian sangat besar yang mencapai 254,3 juta euro (Rp3,7 triliun). Ini tahun kelima berturut-turut neraca keuangan Juve berada di zona merah.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.