LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam harus menguatkan lini
bisnis dan ekonominya. Dengan begitu seorang muslim yang shalih bisa turut menjadi penentu sekaligus pengambil kebijakan.
Ketua PP
Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Anwar Abbas mengatakan, penentu ini bukan politisi, tentara, polisi atau birokrat. Tapi orang yang menguasai sumber material di negara tersebut.
"Umat Islam yang jumlahnya mayoritas namun hanya direpresentasikan satu orang saja di antara sepuluh orang terkaya di Indonesia," kata Anwar dalam keterangannya dikutip Kamis (29/9/2022).
Baca Juga: Cara Berhitung ala Pebisnis, Jusuf Hamka: Jangan 1+1=2Karena itu, dia mengajak Warga Muhammadiyah untuk berbenah diri. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Ar Ra'd ayat 11.
Dalam surat tersebut Allah SWT berfirman: "Sesungguhanya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….".
Berubah ke arah yang lebih baik, menurutnya bisa dimulai untuk meningkat kualitas umat Islam. Apalagi Indonesia diprediksi menjadi negara adikuasa.
"Umat Islam harus menyiapkan generasi yang unggul. Sebab jika melihat peta politik sekarang, kekuasaan dan akses-akses masih dikuasai oleh oligarki bisnis yang bukan dari kaum muslimin," katanya.
Menurut dia, menuju ke tahun emas Indonesia, umat Islam harus menumbuhkan rasa kebersamaan. Organisasi-organisasi Islam termasuk Muhammadiyah dan NU tidak boleh menjadi penghalang memajukan generasi penerus keumatan dan kebangsaan.
Dia berharap, warga Muhammadiyah dan umat Islam 'menghijrahkan diri' dari mental pekerja (employee mentality) menuju mental wirausaha (entrepreneurship mentality).
(bal)